Atlet dan ofisial kontingen Indonesia mengikuti defile saat upacara penutupan ASEAN Para Games 2025 Thailand di 80th Birthday Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand, Senin (26/1/2026). Tim Indonesia berada di peringkat kedua dengan mengumpulkan 135 medali emas, 144 medali perak, dan 114 medali perunggu dalam pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara untuk atlet disabilitas tersebut. (BP/Antara)

NAKHON RATCHASIMA, BALIPOST.com – Pesta olahraga disabilitas se-Asia Tenggara yakni ASEAN Para Games 2025 Thailand atau APG ke-13 resmi berakhir di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Senin malam (26/1). APG ke-14 akan digelar di Malaysia pada 2027.

Kontingen Indonesia mengikuti 18 cabang olahraga, di antaranya para atletik, para bulu tangkis, para tenis meja, boccia, sepak bola cerebral palsy (CP), dan bola basket kursi roda.

Sebanyak 290 atlet dari 18 cabang olahraga itu telah menyabet 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu dengan total 392 medali.

Indonesia mengunci posisi kedua alias di bawah Thailand yang mencatatkan 175 emas, 155 perak, dan 156 perunggu. Sedangkan peringkat ketiga, dihuni Malaysia lewat raihan 64 emas, 64 perak, dan 73 perunggu.

Meski belum beruntung menjadi juara umum APG 2025, sejumlah cabang olahraga mampu menjadi yang terbaik di antaranya tim para panahan dan para judo.

Baca juga:  Thai Lion Air Bakal Buka Rute Don Muang Thailand - Adi Sumarmo Solo

Tim para panahan menyabet lima emas dari sembilan medali yang diperebutkan, sedangkan para judo berhasil memborong seluruh medali kasta tertinggi sebanyak tujuh emas.

Target tiga besar serta 82 emas, 77 perak, dan 77 perunggu yang dibebankan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga berhasil dilampaui kontingen yang dipimpin oleh Reda Manthovani selaku Chief de Mission (CdM).

Momen berakhirnya kejuaraan multicabang olahraga bagi disabilitas itu ditandai dengan penyerahan pataka atau bendera ASEAN Para Sport Federation (APSF) dari Thailand yang diterima oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Muhammed Taufiq Bin Johari.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, sebelum prosesi pemberian pataka itu dilakukan, rangkaian acara penutupan dimulai dengan pertunjukan musik, tarian, kembang api, parade kontingen, dan pemutaran video dokumentasi perjuangan para atlet dalam ajang tersebut.

Baca juga:  Jadikan Pariwisata Pilar Pertumbuhan Ekonomi, Yunnan Lakukan Revitalisasi Desa

Dalam defile, kontingen Indonesia dipimpin oleh atlet anggar kursi roda Akhmad Saidah yang berhasil membawa pulang medali emas dalam nomor men’s individual foil A.

Thailand mengusung konsep penyelenggaraan yang menonjolkan semangat kesetaraan dan kebanggaan kolektif, sebagaimana tercermin dalam motto edisi kali ini, yaitu “Create Pride Together”.

Motto tersebut menjadi representasi semangat persatuan seluruh atlet, ofisial, dan masyarakat dalam membangun kebanggaan bersama melalui olahraga.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Atthakorn Sirilatthayakorn yang menyampaikan pidato Raja Thailand Vajiralongkorn mengatakan tuan rumah berusaha semaksimal mungkin melayani seluruh kontingen negara peserta dan para pemangku kepentingan (stakeholder).

Raja Rama X juga berharap agar pesta olahraga disabilitas dua tahunan itu bisa semakin memperkuat persahabatan antarnegara, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Baca juga:  Meningkat, WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia

ASEAN Para Games 2025 Thailand dipusatkan di Provinsi Nakhon Ratchasima pada 20-26 Januari. Namun, khusus cabang olahraga tenpin boling diselenggarakan di Kota Bangkok.

APG 2025 diselenggarakan di bawah naungan ASEAN Para Sports Federation (APSF).

Sesuai dengan kebijakan federasi, negara tuan rumah SEA Games juga bertindak sebagai tuan rumah ASEAN Para Games pada periode yang sama.

Pada SEA Games 2025 Thailand, Malaysia juga menerima tongkat estafet penyelenggaraan untuk ajang tersebut.

Nakhon Ratchasima menjadi lokasi utama upacara pembukaan dan penutupan.

Sebanyak 496 medali emas telah diperebutkan oleh 10 negara peserta dari 19 cabang olahraga.

Negara-negara peserta yakni Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Filipina, Vietnam, Laos, dan Myanmar. Total atlet yang berpartisipasi sebanyak 1.700 orang. (kmb/balipost)

BAGIKAN