Program Bunda Pintar melalui Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Melalui Literasi Digital bertajuk “Cakap Digital Peran Bunda Ideal” digelar di Kelurahan Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Program Bunda Pintar melalui Pelatihan Pemberdayaan Perempuan Melalui Literasi Digital bertajuk “Cakap Digital Peran Bunda Ideal” digelar di Kelurahan Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi XLSMART bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA) ini menutup rangkaian pelaksanaan program tersebut. Selama 2025, kegiatan telah digelar di 16 kota/kabupaten seluruh Indonesia dan menjangkau 1.435 penerima manfaat yang sebagian besar adalah ibu-ibu di daerah rural (pedesaan).

Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Daerah Wilayah III Kementerian PPPA, Dewa Ayu Laksmiadi Janapriati menyampaikan Ruang Bersama Indonesia (RBI) menjadi fondasi penting dalam penguatan literasi digital perempuan dan perlindungan anak. “RBI kami rancang sebagai ruang yang aman, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak, termasuk dalam menghadapi tantangan di ruang digital. Melalui pelaksanaan Program Bunda Pintar, kami mendorong para ibu tidak hanya meningkatkan kapasitas literasi digital, tetapi juga berperan aktif sebagai penggerak dan agen perubahan di komunitasnya,” ujarnya.

Baca juga:  Kenaikan PPN 12 Persen, Pil Pahit bagi Konsumen dan Bebani Pengusaha

Laksmi menambahkan, kolaborasi Kemen PPPA dengan XLSMART melalui Program Bunda Pintar merupakan contoh nyata sinergi pemerintah dan swasta dalam menghadirkan program yang terukur, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan ibu-ibu. “Melalui pendekatan ini, kami berharap peserta tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang cakap, tetapi juga mampu menularkan praktik digital yang aman dan positif di lingkungannya,” imbuhnya.

Pelatihan “Cakap Digital Peran Bunda Ideal” di Denpasar Timur dirancang untuk membekali para peserta dengan keterampilan literasi digital yang relevan dengan keseharian. Materi pelatihan mencakup pengenalan risiko di ruang digital, cara menyaring informasi dan hoaks, perlindungan data pribadi, pengelolaan penggunaan gawai pada anak, hingga pemanfaatan platform digital untuk mendukung aktivitas produktif dan peluang pengembangan ekonomi keluarga, termasuk usaha rumahan dan produk lokal yang banyak dijalankan oleh perempuan Bali.

Menurutnya penutupan program digelar di Bali sebagai simbol komitmen untuk menjangkau komunitas perempuan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah dengan karakter sosial dan budaya yang kuat seperti Bali, di mana peran ibu sangat sentral dalam menjaga keharmonisan keluarga dan komunitas.

Baca juga:  BPR yang Bermasalah Bukan BAS Batubulan

Group Head East Region XLSMART, Dodik Ariyanto, menegaskan bahwa para ibu memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan digital di lingkungan keluarga. Perempuan, terutama para bunda, merupakan pengambil keputusan sehari-hari di rumah sekaligus rujukan pertama bagi anak ketika berhadapan dengan gawai dan internet.

“Melalui Bunda Pintar, kami ingin memastikan para ibu memiliki bekal literasi digital yang cukup agar mampu mendampingi anak, menjaga keamanan keluarga di ruang digital, serta memanfaatkan teknologi secara positif dan produktif,” ujarnya.

Dodik menambahkan, kolaborasi dengan KemenPPPA melalui jaringan RBI membuat pelaksanaan program Bunda Pintar lebih tepat sasaran, karena terintegrasi dengan aktivitas komunitas perempuan dan keluarga di tingkat desa dan kelurahan. Dengan dukungan akses dan edukasi digital, kualitas pemanfaatan teknologi di komunitas diharapkan meningkat secara berkelanjutan.

Baca juga:  Diperpanjang Hingga 22 Juni 2028, Korban Terorisme Sulit Penuhi Berkas Hak Kompensasi

Workshop Bunda Pintar kolaborasi dengan RBI pada 2025 berlangsung di 2 kota Semarang dan Denpasar. Kegiatan dikemas dalam konsep hybrid dengan durasi sekitar tiga jam, sehingga memungkinkan partisipasi perempuan dari berbagai daerah tanpa terkendala jarak.

Model ini juga mendorong terjadinya pertukaran pengalaman dan pembelajaran lintas komunitas perempuan di berbagai wilayah.

Tidak hanya itu, XLSMART juga memberikan dukungan berkelanjutan melalui penyediaan paket akses internet yang terintegrasi dengan Program Gerakan Donasi Kuota (GDK), berupa perangkat router, kartu SIM, serta dukungan kuota internet selama satu tahun. Fasilitas ini dimanfaatkan sebagai pusat akses dan pembelajaran digital di tingkat komunitas untuk mendukung pelatihan literasi digital, penguatan peran perempuan, kegiatan belajar bersama, serta pendampingan anak dalam aktivitas pendidikan berbasis digital yang menjangkau Ruang Bersama Indonesia (RBI) di 30 desa dan kelurahan yang tersebar di 18 Kota/Kabupaten di 9 Provinsi di Indonesia. (kmb/balipost)

BAGIKAN