Polisi mendatangi TKP kasus ulahpati di Jalan Muding Indah, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Warga di Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Kamis (1/1) dikagetkan dengan temuan jasad perempuan Rusia berinisial VG (50).

Korban meninggalkan uang Rp 60 juta, 5 USD, 2 Dolar Singapura, dan 4.400 Bath. Uang tersebut disiapkan korban untuk Kremasi jasadnya. Selain itu korban ingin donor organ tubuhnya.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Jumat (2/1) mengatakan dari keterangan saksi, Ni Wayan Latri (50) pada Kamis pukul 10.00 WITA sedang memberi makan kucing di depan rumahnya. Latri kebetulan bekerja di rumah korban dan melihat lampu garasi masih menyala.

Baca juga:  Sempat Beri Tahu Tetangga Soal Ini, WN Belanda Ditemukan Tak Bernyawa

Selanjutnya Latri bermaksud mematikan lampu di garasi, saat itulah ia melihat korban sudah tidak bernyawa. Karena takut Latri lari keluar TKP dan memanggil I Nengah Kantun (45).

“Saksi (Kantun) langsung menghubungi pemilik rumah dan Bhabinkamtibmas Kerobokan Kaja. Selanjutnya Bhabinkamtibmas Kerobokan Kaja menghubungi Polsek Kuta Utara,” ujarnya.

Setelah menerima laporan kejadian itu, anggota Polsek Kuta Utara langsung ke TKP. Hasil olah TKP ditemukan surat wasiat yang ditinggalkan korban pada meja ruang tamu.

Baca juga:  Proses Penanganan Kebakaran TPA Suwung Masih Berlangsung, Denpasar Tempuh Cara "Niskala"

Surat wasiat tersebut berbahasa Inggris dan setelah diterjemahkan, korban mengaku tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup. Ia juga menyatakan persetujuan untuk mendonorkan organnya dan menyumbangkan pakaian yang dimiliki kepada mereka yang membutuhkan.

Sementara keterangan saksi, Made Nasia merupakan pemilik rumah yang dikontrak korban. Nasia mengatakan korban pernah mengalami depresi pasca konflik Rusia dan Ukraina.

Korban sempat dibawa ke RS Garba Med dan dikatakan oleh dokter bahwa korban mengalami depresi. Korban hampir tidak pernah keluar rumah. “Hasil olah TKP tidak ada ada tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban. Pukul 12.40 WITA, jasad korban dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar, menggunakan ambulans,” tutupnya.(Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Lansia Asal Belgia Dideportasi
BAGIKAN