Seorang pegawai pegadaian menunjukkan dummy emas di Denpasar. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Harga logam mulia yang ditawarkan di Pegadaian mengalami peningkatan pada Selasa (2/9) hari ini, sebagaimana tercantum dalam situs resminya Sahabat Pegadaian. Seluruh merek emas batangan yang tersedia, yakni Antam, UBS, dan Galeri24, tercatat mengalami kenaikan harga.

Emas produksi Antam kini dibanderol dengan harga Rp2.092.000 per gram, naik dari harga sebelumnya Rp2.060.000 per gram. Kenaikan serupa juga terjadi pada emas UBS, yang kini dijual dengan harga Rp2.013.000 per gram, serta emas Galeri24 yang mencapai Rp1.981.000 per gram.

Baca juga:  Emas Galeri24 dan UBS Melonjak Tajam, Harga Antam Justru Melemah

Tersedia dalam berbagai ukuran, emas Antam dan Galeri24 ditawarkan mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS tersedia dalam pilihan berat dari 0,5 gram hingga maksimal 500 gram.

Berikut harga masing-masing produk selengkapnya, Selasa, 2 September 2025:

Harga emas Antam:

  • ‎0,5 gram: Rp1.099.000
  • ‎1 gram: Rp2.092.000
  • ‎2 gram: Rp4.121.000
  • ‎3 gram : Rp6.155.000
  • ‎5 gram: Rp10.224.000
  • ‎10 gram: Rp20.390.000
  • ‎25 gram: Rp50.843.000
  • ‎50 gram: Rp101.603.000
  • ‎100 gram: Rp203.125.000
  • ‎250 gram: Rp507.536.000
  • ‎500 gram: Rp1.014.853.000
  • ‎1.000 gram: Rp2.029.664.000.
Baca juga:  Giliran Pantai Kedunggu Dibuka, Rencana Buat Wahana Air

Harga emas UBS:

  • 0,5 gram: Rp1.088.000
  • ‎1 gram: Rp2.013.000
  • ‎2 gram: Rp3.994.000
  • ‎5 gram: Rp9.868.000
  • ‎10 gram: Rp19.632.000
  • 25 gram: Rp48.982.000
  • ‎50 gram: Rp97.763.000
  • ‎100 gram: Rp195.447.000
  • ‎250 gram: Rp488.473.000
  • ‎500 gram: Rp975.796.000

Harga emas Galeri24:

  • ‎0,5 gram: Rp1.039.000
  • ‎1 gram: Rp1.981.000
  • ‎2 gram: Rp3.902.000
  • ‎5 gram: Rp9.681.000
  • ‎10 gram: Rp19.309.000
  • ‎25 gram: Rp48.154.000
  • ‎50 gram: Rp96.232.000
  • ‎100 gram: Rp192.367.000
  • ‎250 gram: Rp480.680.000
  • ‎500 gram: Rp960.886.000
  • ‎1.000 gram: Rp1.921.771.000. (Pramana Wijaya/balipost)
Baca juga:  Vaksin PMK Babi di Denpasar Capai Belasan Persen

BAGIKAN