Desa Adat Duda melaksanakan akan tradisi siat api di atas Jembatan Tukad Sang-sang yang berada diantara perbatasan Desa Duda Timur dengan Desa Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, pada Kamis (8/2/) sore. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Desa Adat Duda melaksanakan tradisi Siat Api di atas Jembatan Tukad Sang-sang yang berada diantara perbatasan Desa Duda Timur dengan Desa Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, pada Kamis (8/2/) sore. Pihak desa adat bahkan menutup akses jalan raya selama dua jam.

Kegiatan budaya ini disaksikan ribuan masyarakat setempat. Bendesa Adat Duda, I Komang Sujana, mengungkapkan, kalau tadisi siat api ini rutin digelar setiap tahunnya.

Baca juga:  Pascagalungan, Ribuan Pengungsi Tercatat Pulang Permanen

Tradisi ini menyerupai perang yang diikuti oleh karma lanang serta pecalang desa adat setempat. “Yang menjadi pembedanya hanya pada senjata yang dipergunakan berupa daun kelapa tua yang diikat dan dibakar atau disebut Pprakpak. Seiring perkembangan, tradisi yang digelar pasa saat sandikala ini juga diiringi pementasan pragmentari yang membuat suasananya menjadi semakin sakral,” ucapnya.

Sukama mengatakan, tradisi ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menetralisir kekuatan negatif serta dimaknai sebagai pembersihan alam semesta untuk mengembalikan unsur alam yang ada di lingkungan Desa Adat Duda.

Baca juga:  Desa Adat Jeruk Mancingan Gelar Bulan Bahasa Bali dengan Inovasi Cerdas Cermat

“Melalui tradisi ini diharapkan masyarakat desa terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan. Selain itu, siat api juga dimaknai sebagi ujian untuk mengendalikan emosi yang terdapat dalam jiwa manusia,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk menyukseskan kegiatan ini, pihak desa adat menutup sementara akses jalan raya di jalur tersebut. “Kita menutup akses jalan raya selama dua jam untuk menyukseskan kegiatan ini,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

Baca juga:  MDA Tegaskan Peniadaan Pawai Ogoh-ogoh
BAGIKAN