Seorang staf medis menunjukkan alat tes cepat COVID-19. (BP/AFP)

BANGLI, BALIPOST.com – Seorang warga asal Desa Belanga, Kecamatan Kintamani kini berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dan dirawat di RSUD Sanjiwani, Gianyar. Terkait hal tersebut, Satgas Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Bangli telah melakukan rapid test terhadap puluhan warga setempat yang pernah kontak dengan pasien serta anak pasien yang belum lama ini pulang dari luar negeri.

Rapid test juga dilakukan terhadap empat pettugas kesehatan sebuah klinik di Kintamani yang sempat didatangi PDP tersebut saat berobat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, dr. I Nengah Nadi, Jumat (10/4) mengatakan pihaknya mendapat informasi mengenai PDP tersebut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Kamis (9/4). Dari informasi itu pihaknya kemudian melakukan penelusuran bersama pihak desa, tim survailans Dinas Kesehatan, Puskesmas Kintamani III dan bidan desa setempat.

Berdasarkan hasil penelusuran diketahui bahwa anak dari PDP tersebut merupakan pekerja migran yang baru datang dari luar negeri 20 Maret 2020. Saat datang ia dalam keadaan sehat.

Sampai berakhir masa karantina 3 April 2020, pekerja migran itu juga masih dalam keadaan sehat. Kemudian pada tanggal 7 April, pasien yang merupakan ibu dari pekerja migran tersebut mengalami gejala demam dan sesak nafas.

Atas gejalanya itu, ia sempat memeriksakan diri ke klinik di Kintamani, kemudian ke sebuah rumah sakit swasta di Bangli, dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Sanjiwani, Gianyar. Perempuan berusia 45 tahun kemudian kini berstatus PDP.

Menindaklanjuti hal itu, dr. Nadi mengatakan pihaknya melakukan rapid tes terhadap 68 orang warga Belanga yang sempat kontak dengan pasien dan anak pasien. Hasilnya semua negative dan akan dites kembali 7 hari lagi.

Baca juga:  Serahkan Bantuan, Gubernur Ajak Semua Pihak Bekerjasama

Rapid test juga dilakukan terhadap petugas kesehatan di Klinik di Kintamani yang jumlahnya 4 orang. Hasilnya juga negatif.

Karena pernah kontak dengan petugas kesehatan di salah satu rumah sakit swasta di Bangli, pihaknya juga akan melakukan tes pada 8 orang petugas rumah sakit tersebut. Rapid test akan dilakukan pada hari ke 4 terhitung dari kontak terakhir dengan pasien. “Kemarin sudah semua dirapid tes sampai malam. Hasilnya semua negative. Untuk yang di rumah sakit itu, akan dilakukan setelah hari ke 4 kontak dengan pasien. Bahan sudah disiapkan,” katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli, lanjut Nadi, akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar untuk melakukan tracking kontak erat orang-orang yang pernah kontak dengan pasien dan anaknya. Pihaknya juga memberikan edukasi ke warga sekitar untuk tidak melakukan tindakan mengucilkan keluarga pasien.

Bupati Bangli I Made Gianyar secara terpisah mengatakan saat ini warga yang sempat di-rapid test tersebut menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Terkait perkembangan wabah COVID-19 di Bangli, pihaknya kembali menghimbau masyaakat untuk meningkatkan kesadaran terutama pelaku perjalanan di daerah pandemi agar mengikuti SOP pemerintah.

Lakukan isolasi mandiri selama 14 hari. “Kalau ada yang punya anak atau saudara datang dari luar negeri tolong  lapor ke Satgas Desa. Sehingga satgas desa bisa melakukan edukasi dan langkah-langkah terkait karantina mandiri selama 14 hari,” kata Gianyar. (Dayu Swasrina/balipost)