DENPASAR, BALIPOST.com – Rencana upacara manusa yadnya dan Pitra Yadnya, dan Angasti Puja Atma Wedana di Puri Kerobokan, terpaksa diundur walau sudah setengah berjalan. Hal itu semata-mata dilakukan Puri Kajanan Kerobokan untuk memberi contoh pada masyarakat, sebagaimana himbauan pemerintah atas mewabahnya COVID-19.

Diundurnya upacara yang sudah setengah berjalan itu disampaikan langsung manggala karya, A.A. Ngurah Putra Suryaningrat, didampingi panglingsir Puri Kajanan Kerobokan sekaligus Penuntun Karya Drs. AA Ngurah Gde Sujaya dan A.A. Putu Gde Nuada, serta Kol. Inf A.A Ngurah Krisna selaku pengerajeg, Kamis (2/4).
“Yang melibatkan banyak massa adalah Angasti Puja Atma Wedana. Sebagai warga puri, kita patut memberi contoh pada masyarakat untuk menaati himbauan pemerintah,” jelas Putra Suryaningrat.

Baca juga:  Adhiputra, Mantan Ketua DPRD Badung Berpulang

Ngurah Gde Sujaya selaku panglingsir menambahkan, sebelum COVID-19 ini, warga sudah melakukan atur piuning karya, bumi suda dan yang lainnya, seperti membuat tetaring atau bangunan, ngingsah dan yang lainnya. Namun di tengah perjalanan, ada himbauan dari pemerintan, baik itu himbauan presiden, gubernur, bupati dan kepolisian.

Sehinga panglingsir dan yajamana karya mendiskusikan kembali upacara ini dengan 160 orang panitia. Dan disepakati acara ini diundur, walau bebantenan sudah selesai separonya. “Kita bersama-sama sepakat menunda pelaksanaan kegiatan sampai batas waktu pemerintah mencabut masa darurat COVID-19, dan atau arahan presidan jika sudah aman baru kita lanjuthan. Boleh dikatakan ini sudah setengah jalan,” tandas panglingsir puri. (Miasa/balipost)