Umat melasti di Pantai Petitenget. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Desa Adat Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, membatasi peserta melasti yang akan dilangsungkan Minggu (22/3) besok. Berdasarkan paruman, peserta melasti diputuskan hanya 25 orang. Hal tersebut dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus Corona, sesuai instruksi Gubernur Bali.

“Baru saja selesai paruman. Sudah diputuskan tidak menggelar melasti. Selain Kerobokan, Desa Adat Padangluwih dan Padangsambian juga sama, tidak melasti ke segara,” ujar Bendesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja saat dikonfirmasi, Sabtu (21/3).

Meski demikian, bukan berarti ketiga desa adat tersebut tidak menggelar melasti sama sekali. Pamelastian tetap dilaksanakan di Pantai Petitenget, demikian pula upakara dan pamuputnya. Namun kali ini, hanya melibatkan 25 orang yang terdiri dari pemangku, serati dan prajuru. Tidak ada penggunaan gamelan untuk prosesi kali ini. “Kita juga di sana ada tambahan upacara yakni guru piduka dan caru,” jelasnya.

Baca juga:  Upacara Melasti, Jalur ini Jadi Perhatian Kepolisian

Selain melasti, paruman tersebut juga membahas sejumlah hal berkaitan dengan antisipasi penyebaran Covid-19, salah satunya mengenai parade ogoh-ogoh yang pastinya melibatkan banyak orang. Disepakati, parade ogoh ogoh pada saat Pangerupukan, 24 Maret nanti, ditiadakan. (Eka Adhyasa/balipost)