DENPASAR, BALIPOST.com – Pengkot Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Denpasar menggelar kejuaraan olahraga tradisional seperti deduplak, hadang, terompah dan tajog antarsiswa SMP se-Kota Denpasar, di Lapangan Puputan Badung, 13-14 Maret. Lomba ini serangkaian HUT ke-232 Kota Denpasar, yang bertujuan memasyarakatkan olahraga tradisonal, serta menyiapkan atlet untuk Fornas di Palembang, Sumsel, 2021.

Wakil Ketua Panpel Ni Nyoman Sujati, Jumat (13/3) menerangkan, pihaknya menggelar lomba ini supaya generasi muda khususnya siswa siswi SMP mengenal olahraga tradisional, bukan terus menerus berkutat hanya bermain gadget. Lomba ini melibatkan 32 SMP dari total 70 SMP di Denpasar dari sekolah negeri dan swasta. “Untuk 13 sekolah negeri, seluruhnya ikut berpartisipasi,” jelasnya.

Baca juga:  Banyuwangi Lestarikan Permainan Tradisional lewat Festival Memengan

Lomba ini menindaklanjuti workshop guru olahraga, yang ingin memasukkan olahraga tradisional ini pada kurikulum, khususnya ekstrakurikuler. Untuk terompah dan hadang tiap tim pesertanya lima siswa, sedangkan deduplak dan tajog melibatkan perorangan. “Bagi juara putra dan putri akan kami berikan hadiah,” sebut Sujati, yang juga Kepala Sekretariat FORMI Denpasar ini. (Daniel Fajry/balipost)