Panitia perayaan Nyepi Nasional Tahun Baru Caka 1942 bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu (11/3). (BP/Istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Perayaan Nyepi Tahun Caka 1942 akan dipusatkan di Markas Cijantung Kopassus, Jakarta. Hal ini dikemukakan panitia perayaan Nyepi Tahun Caka 1942 saat bertemu Presiden Joko Widodo, Rabu (11/3), di Istana Negara, Jakarta.

Menurut Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Wisnu Bawa Tenaya, maksud kedatangan ke Istana bersama seluruh lembaga Hindu untuk melaporkan perayaan Nyepi Tahun Caka 1942. “Kemudian kami juga menyampaikan perkembangan umat di seluruh Indonesia. Apalagi menghadapi virus corona sekarang. Kita sudah mengambil tindakan menyampaikan kepada umat di seluruh Indonesia melakukan Germas dan PHBS di lingkungannya untuk menangkal virus ini,” katanya usai bertemu dengan Presiden.

Sementara itu, Ketua Panitia Dharma Santi Nyepi Nasional, Danjen Kopassus Nyoman Cantiasa, mengatakan perayaan Nyepi ini merupakan salah satu keunggulan dan kerukunan umat beragama menuju Indonesia Maju. Tema dari Dharma Santi, dijelaskannya, disesuiakan dengan visi Presiden Jokowi membentuk SDM Unggul Indonesia Maju. “Jadi Dharma Santi juga mengambil tema yang hampir sama dengan apa yang jadi visi presiden. Keunggulan dan kerukunan umat beragama menjadi Indonesia Maju,” paparnya.

Baca juga:  Panitia Dharma Santi Nyepi Bertemu Wapres
Suasana pertemuan elemen Hindu dengan Presiden Joko Widodo didampingi Koordinator Staf Khusus Presiden, A.A.G.N. Ari Dwipayana. (BP/Istimewa)

Ia juga mengutarakan serangkaian perayaan Nyepi, telah dilaksanakan sejumlah kegiatan, yakni baksos, ritual, intelektual, dan seremonial. “Kita laporkan tadi bagaimana dalam rangkaian Dharma Santi ini, kita umat Hindu semua berperan aktif ikut melaksanakan membantu umat. Dalam hal ini kegiatan baksos, contoh pengobatan gratis, donor darah, penanaman pohon, dan lainnya,” sebut Cantiasa.

Cantiasa juga mengemukakan kegiatan Tawur Kesanga akan dilaksanakan sehari menjelang Nyepi di Candi Prambanan. Kegiatan ini juga sekaligus pembersihan alam semesta, termasuk agar Indonesia bisa jauh dari beragam ancaman, terlebih ada Corona.

Terkait kehadiran Presiden, Cantiasa mengatakan presiden mengatakan mudah-mudahan bisa hadir dengan Wakil Presiden, Ma’ruf Amin.

Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi didampingi Koordinator Staf Khusus Presiden, AAGN Ari Dwipayana. Pada pertemuan itu, Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi pada umat Hindu yang ikut menjaga kerukunan, persaudaraan dan persatuan-kesatuan elemen bangsa.

Selain itu, Presiden berpesan bahwa dalam menghadapi situasi yang tidak mudah, termasuk penyebaran virus Corona. Umat Hindu diminta tidak perlu panik, apalagi ketakutan berlebihan tapi justru harus memperkuat solidaritas dan gotong royong. (kmb/balipost)