Simon Nahak. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Program Studi Magister Ilmu Hukum (Prodi MIH) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Sosialisasi Visi, Misi, Tujuan dan Strategi yang dirangkai dengan Reuni I Temu Kangen Alumni Prodi MIH, Sabtu (7/3). Dalam kesempatan tersebut juga diadakan ramah tamah, serta pemilihan Ketua Alumni Prodi MIH Pascasarjana Unwar.

Kaprodi MIH Unwar, Dr. Simon Nahak, SH., MH., mengatakan Prodi MIH Unwar adalah salah satu dari 7 Prodi yang ada Program Pascasarjana Unwar. Prodi yang berdiri sejak 2012 ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh Prodi MIH pada Universitas lainnya di Indonesia.

Sebab, Prodi MIH Unwar konsen pada bidang pertanahan dan investasi yang merupakan penjabaran dari Pola Ilmiah Pokok Unwar berbasis Ekowisata. “Keistimewaan Prodi MIH Unwar merupakan satu-satunya Prodi MIH se-Indonesia yang memiliki konsentrasi hukum pertanahan dan investasi. Sehingga, membuat MIH Unwar selalu diminati oleh masyarakat. Bahkan, setiap penerimaan mahasiswa baru selalu melebihi kuota yang ditargetkan. Tidak pernah di bawah 70 orang,” ujar Dr. Simon Nahak.

Baca juga:  Reuni Pelajar Lombok

Praktisi Hukum asal NTT ini menjelaskan, bahwa persoalan tanah sangat kompleks. Terlebih di Bali yang notabene hukum adatnya sangat kuat. Hal ini menyebabkan potensi sengketa tanah, seperti penyerobotan, sertifikat ganda serta penyelahgunaan hak orang lain sangat besar. (Adv/balipost)