Seorang warga tengah memakai masker. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Indonesia terpapar virus Corona membuat masyarakat khawatir terjangkit. Masker pun diburu masyarakat dan penimbun beraksi sehingga harganya melambung. Mengantisipasi hal tersebut, Satreskrim Polres Badung melakukan penyelidikan dan mengincar penimbun masker.

Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo, Selasa (3/3), menyatakan, untuk sementara belum ditemukan penimbun masker di wilayah Polres Badung. Meski demikian, proses penyelidikan masih terus dilakukan.

Pihaknya juga memantau harga masker di pasaran, termasuk stoknya di toko atau apotek. “Bagi masyarakat bila tahu ada penimbunan (masker) mohon informasikan kepada kami. Sampai saat ini belum ada informasi tersebut,” ujarnya.

Perlu diketahui, Polda Metro Jaya mengungkap para pelaku penimbunan masker di daerah Cakung Cilincing, Jakarta Utara. Mereka memanfaatkan peningkatan permintaan masker akibat mewabahnya virus Corona di sejumlah negara.

Baca juga:  HP Sejoli yang Tewas Belum Ditemukan

Pelaku membaca situasi kalau masker ini sangat dibutuhkan. Harganya 10 kali lipat dari harga biasa. Saat penggerebekan, polisi mengamankan 600 kardus berisi 30.000 masker siap edar. Sehari mereka bisa mendapat keuntungan Rp 200 hingga Rp 250 juta. (Ngurah Kertanegara/balipost)