Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari bersama sesepuh HIPMI Abdul Latief saat naik ke atas panggung menenangkan situasi debat yang memanas.(BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Debat II kandidat calon Ketua Umum (Caketum) Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) putaran kedua yang digelar di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (23/5), memanas.

Tiga kandidat yang walk out (WO) dari ajang debat, yakni calon nomor urut 1 Reynaldo Bryan, nomor urut 3 Afifuddin Kalla, dan nomor urut 4 Anthony Leong.

Alasan ketiga calon melakukan WO disebut karena ketidaksetujuan mereka terhadap penetapan Bandar Lampung sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI 2026. Mereka juga meminta adanya peninjauan kembali terhadap keputusan tersebut.

Melihat situasi yang berkembang, Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari bersama sesepuh HIPMI Abdul Latief akhirnya naik ke atas panggung dan mengambil alih jalannya acara. Akbar kemudian memutuskan menghentikan sesi debat dan akan menggantinya dengan forum dialog serta musyawarah bersama para Caketum untuk kelanjutan tahapan berikutnya.

Baca juga:  ODGJ Tanpa Identitas Dikubur Dinsos

Sebelumnya, tensi panas sebenarnya sudah terlihat sejak awal acara. Kedatangan para pendukung kandidat dalam jumlah besar membuat situasi di area debat cukup padat. Sebagian pendukung bahkan bersikeras ingin masuk ke dalam ruang debat yang kapasitasnya terbatas.

Kondisi itu sempat memicu aksi saling dorong di pintu masuk ruang acara antara pendukung dan petugas pengamanan. Meski demikian, situasi akhirnya dapat dikendalikan dan acara tetap berlangsung hingga selesai

Baca juga:  Kasus Dugaan Korupsi, Ketua HIPMI dan Adiknya Dicegah ke LN

Forum yang awalnya menjadi ajang adu gagasan empat kandidat justru diwarnai aksi walk out tiga calon ketua umum di tengah jalannya debat.

Menurut Akbar, dinamika yang muncul menjelang Munas merupakan hal yang biasa terjadi dalam organisasi besar. Namun seluruh proses tetap harus berjalan berdasarkan mekanisme dan aturan organisasi yang berlaku.

“Tadi malam kami juga sudah melaksanakan forum ketua umum dan berdiskusi mengenai dinamika yang terjadi dalam Munas. Dalam organisasi tentu ada mekanisme, aturan, dan proses pengambilan keputusan yang legitimate tanpa mengurangi norma-norma yang ada,” ujarnya.

Akbar mengaku memahami berbagai upaya konsolidasi yang dilakukan masing-masing tim calon ketua umum menjelang Munas. Meski demikian, dia mengingatkan seluruh kader HIPMI agar tetap menjaga persaudaraan dan kekompakan organisasi.

Baca juga:  Pengesahan RUU Penyelenggaraan Pemilu Diwarnai Aksi WO

“Nilai organisasi ini adalah persaudaraan dan pertemanan. Saya berharap momentum debat ini bisa mengeksplorasi dan melahirkan ide serta gagasan dari para calon,” katanya.

Dia menilai tema debat yang mengangkat isu ekonomi makro, ekonomi hijau, dan ekonomi kreatif sangat relevan dengan tantangan pembangunan nasional ke depan. Karena itu, para kandidat diharapkan mampu menawarkan gagasan yang substantif dan solutif.

Akbar juga mengajak seluruh peserta Munas menjadikan momentum tersebut sebagai ruang memperkuat persatuan organisasi, bukan sebaliknya menjadi ajang perpecahan. (Sugiadnyana/denpost)

BAGIKAN