DENPASAR, BALIPOST.com – Saat masih kecil dulu, menurut Eka sang pemilik Dapur Eka, Maminya akan membuatkannya nasi goreng jika ada nasi sisa. Hanya nasi yang digoreng dengan bumbu tomat, bawang putih, bawang merah dan cabai merah besar.

Nasi dingin tentu saja. Sebab baru tahun 2000-an ada magic jar dan kemudian magic com sehingga nasi lebih tahan lama.

Kini, katanya nasi goreng tak lagi karena menyiasati sisa nasi dingin, melainkan sebagai pilihan menu. Ada yang dicampur udang, ayam, daging kambing, dan yang lainnya.

Hingga tahun 2005-an, Eka dikenalkan dengan istilah nasi goreng mawut. Kata Cak Dul, pemilik dan koki Warung Cak Dul di Suwung Sakah, Pemogan, nasi goreng mawut itu nasi yang dicampur dengan berbagai sayur, telur, ayam, hingga mie.


Baca selengkapnya di media partner CYBERTOKOH.com

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.