DENPASAR, BALIPOST.com – Imbauan melakukan sosial distancing untuk memutus mata rantai COVID-19 dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya lewat pelaksanaan belajar online.

Bahkan, ada juga yang inovatif dengan menggelar yudisium secara online seperti yang dilaksanakan STMIK Primakara, Rabu (18/3) di kampus setempat di Jalan Tukad Badung No. 135 Denpasar. Pemandangan cukup berbeda nampak dalam Yudisium ke-4 Kampus IT Terbaik di Bali, NTT, NTB (Bali Nusra) dan dijuluki Technopreneurship Campus ini.

Mereka menggelar prosesi yudisium secara online dengan diikuti total 67 orang yudisiawan. Dengan ini STMIK Primakara yang sebelumnya juga telahTerakreditasi Institusi B dari BAN PT ini menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menggelar prosesi yudisium secara online.

Baca juga:  Tak Semua Perawat Boleh Tangani Pasien COVID-19

Hal ini dilakukan guna mencegah segenap civitas akademika STMIK Primakara terjangkit COVID-19 dan sejalan juga dengan imbauan pemerintah untuk melakukan social distancing. “Jadi kami tidak mengumpulkan mahasiswa dalam satu ruangan untuk ikut yudisium tapi kami lakukan yudisium online. Barangkali STMIK Primakara perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menggelar prosesi yudisium secara online,” kata Ketua STMIK Primakara I Made Artana, S.Kom.,M.M., Rabu (18/3).

Para yudisiawan STMIK Primakara mengikuti seluruh prosesi yudisium secara online/daring dari rumah atau tempat masing-masing lewat aplikasi Zoom Cloud Meetings. Layaknya prosesi yudisium pada umumnya, mereka mengenakan pakaian lengkap dengan jas almamater STMIK Primakara dan selempang dada berisi nama masing-masing yang menandakan mereka sebagai yudisiawan.

Baca juga:  Jumlah Pasien COVID-19 Melonjak, Ini Upaya Mengatasi Penuhnya Ruang Isolasi

Para yudisiawan ini pun secara langsung (live) mengikuti dan melihat prosesi yudisium ini lewat layar laptop/gagdet masing-masing dari rumah/tempat mereka. Sementara yang hadir langsung di kampus dalam prosesi yudisium online ini yakni hanya pejabat struktural, dosen, staf tertentu dari STMIK Primakara.

Jarak duduk mereka pun diatur dalam mengikuti prosesi yudisium sambil memperhatikan social distancing. Yakni jarak antar satu orang dengan orang lainnya minimal satu hingga dua meter.

“Kami tetap mengindahkan imbauan pemerintah melakukan sosial distancing untuk mencegah penyebaran virus Covid-19,” ujar Artana mengungkapkan salah satu alasan dilaksanakannya yudisium online ini.

Baca juga:  Kapolda Bantah Informasi Teroris akan Beraksi di Bali

Pihaknya pun menegaskan juga tidak mau menunda kelulusan mahasiswa sehingga pilihan melakukan yudisium secara online menjadi pilihan paling tepat dan aman dengan memperhatikan kondisi adanya wabah COVID-19.

Walau yudisium dilakukan secara online, para yudisiawan sudah dan tetap sah menyandang gelar S.Kom (Sarjana Komputer). Mereka tinggal menunggu prosesi wisuda ini yang akan diumumkan kemudian.

“Rencananya wisuda digelar bulan April ini tapi apakah sesuai jadwal atau ditunda, kami akan lihat perkembangan dari wabah COVID-19 ini,” ungkap Artana. (kmb/balipost)

BAGIKAN