Wisatawan berkunjung ke Ground Zero. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Oktober 2019 menempati posisi tertinggi jika dibandingkan dengan Oktober empat tahun belakangan. Karena Oktober 2019 jumlah kunjungan wisman yang datang yaitu 568.067 orang.

Sementara itu di 2018 kunjungan wisman yang datang sebanyak 517.889, tahun 2017 jumlah kedatangan sebanyak 465.085, tahun 2016 jumlah kedatangan sebanyak 432.215. Kepala Bidang Tata Usaha Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Dewa Suambara membeberkan, jika dibandingkan dengan Oktober 2018, jumlah kunjungan Oktober 2019 meningkat 9,69 persen.

Namun, dibandingkan dengan September 2019, kunjungan wisman menurun -3,81 persen. “Kunjungan wisman sebesar 568.067 orang ini berkontribusi 41,94 persen terhadao wisman secara nasional,” ujarnya belum lama ini.

Kunjungan wisman tertinggi yaitu Australia 21,02 persen dari total jumlah kunjungan wisman ke Bali, peringkat kedua Tiongkok 15,46 persen, India 5,15 persen, Inggris 4,67 persen dan Prancis 4,18 persen. Tingkat kunjungan wisman Australia pada Oktober 2018 sebanyak 105,895 meningkat menjadi 119.382 orang.

Sedangkan kunjungan wisman Tiongkok Oktober 2018 sebanyak 118.130 turun menjadi 87.819 pada Oktober 2019. Peringkat ketiga kunjungan wisman tertinggi yaitu India, disusul Inggris, dan Perancis.

Baca juga:  Seribu Wisatawan Tiongkok Rayakan Imlek di Bali

Menurut kawasan, kunjungan tertinggi selama Januari – Oktober 2019 yaitu Asia selain Asean yaitu 1,9 juta, kedua Eropa sebanyak 1,2 juta, Oseania sebanyak 1,1 juta, dan Asean 484 ribu. Meski kunjungan wisman Oktober 2019 menurun dibandingkan September 2019 (mtm), namun Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat 63,30 persen, mengalami kenaikan 0,08 poin karena TPK bulan sebelumnya hanya 63,22 persen.

Jika dibandingkan Oktober 2018, TPK hotel berbintang Oktober 2019 mengalami penurunan -4,76 poin karena TPK tahun lalu 68,06 persen. Padahal tingkat kunjungan secara yoy mengalami peningkatan, namun TPK justru menurun.

Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho menambahkan, secara yoy, TPK yang turun di saat kunjungan naik (yoy), menurutnya, karena belum pulihnya kunjungan wisatawan domestik. Sementara penurunan indikator secara mtm, adalah karena Bali sedang memasuki low season. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.