GIANYAR, BALIPOST.com – Mesin parkir elektronik (e-parking) di areal parkir Jalan Raya Ngurah Rai Gianyar sudah hampir setahun terpajang. Hingga akhir 2019 ini alat yang per unitnya seharga seratus juta rupiah lebih itu tak kunjung digunakan.

Sejumlah juru parkir di Jalan Raya Ngurah Rai Gianyar, bahkan belum mengetahui cara mengoperasikan alat yang terpasang sejak Desember 2018 itu. “Dipasangnya sudah ada hampir setahun, karena pada akhir 2018 lalu kalau tidak salah sudah dipasang,” ungkap juru parkir, Tika, Selasa (3/12).

Ia berharap bila mesin ini dioperasikan, jasanya sebagai juru parkir masih tetap difungsikan. Karena khusus untuk membantu masyarakat yang akan ke luar masuk ke areal parkir perlu dibantu menyeberang maupun memperlambat laju kendaraan lainnya. “Meski nanti sudah pakai mesin, semoga tenaga kami tetap dipergunakan. Karena mengatur kendaraan yang parkir kan tidak bisa mesin melakukannya,” bebernya.

Dikonfirmasi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar, I Wayan Suamba mengaku mesin parkir itu akan segera dioperasikan. Mesin e-parking tersebut merupakan kerjasama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. “Sudah siap dioperasikan yang bekerjasama dengan BPD, dan dirancang minggu depan. Semoga perangkat lunaknya sudah lengkap,” katanya.

Baca juga:  Ditanya Reklamasi Teluk Benoa, Ini Jawaban Koster

Disinggung terkait alasan lamanya mesin tidak difungsikan, ia beralasan selama ini ada kendala terkait teknis dalam bank penampungan. “Bank penampungan karena harus masuk kas daerah langsung tanpa biaya. Bank penampungan itu teknis di perbankan, dan kita baru ketemu dengan BPD dan operator mesin sekali,” tandasnya.

Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar menyiapkan 5 unit alat pada akhir 2018. Satu unit mesin e-parking ini seharga Rp.123.900.000. Sehingga untuk lima unit alat totalnya seharga Rp 619.500.000.

Dikatakan lima unit mesin terpasang di sepanjang ruas Jalan Ngurah Rai Gianyar, tepatnya dari sebelah Patung Kuda, hingga Balai Banjar Teges, Kelurahan Gianyar. Lima mesin itu diharapkan bisa beroperasi mulai 2019, namun sampai akhir tahun ini mesin itu masih menjadi pajangan. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.