Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Arianto ikut tes urine di Makodim, Denpasar. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Oknum atlet bela diri Kota Denpasar ditangkap tim anggota BNNP Yogyakarta di seputaran Tohpati, Denpasar Timur, beberapa waktu lalu, karena terlibat sindikat narkoba lintas provinsi yakni Sumatera Utara, Yogyakarta dan Bali. Barang buktinya ganja yang beratnya hampir 1 kilogram.

“Ini sangat kami sayangkan karena oknum atlet itu baru lulus SMA favorit di Denpasar,” jelas Kepala BNNK Denpasar AKBP Hagnyono usai melaksanakan tes urine perwira dan Babinsa Kodim 1611/Badung, Selasa (3/12).

Dikatakannya, oknum atlet yang identitasnya dirahasiakan tersebut salah pergaulan. Setelah lulus, ada teman SMA-nya melanjutkan kuliah di Yogyakarta dan bergaul dengan anggota sindikat narkoba di sana. Oknum atlet yang beralamat di Tohpati ini diduga tergiur dengan keuntungannya. Selanjutnya ia memasok ganja dari Sumut ke Bali.

“Kasus ini ditangani BNN Provinsi Yogyakarta. Sudah beberapa kali oknum atlet ini menerima kiriman ganja untuk diedarkan. Untuk itu, kami ke depannya akan menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba ke sekolah-sekolah dan kampus,” ujarnya.

Baca juga:  Diskominfo Gianyar Gelar Sosialisasi Persandian Dan Pengenalan Peralatan Sandi

Terkait tes urine anggota Kodim, pihaknya sangat mengapresiasi. Tujuannya untuk melakukan deteksi dini penyalahguna narkotika. Deteksi dini dengan cara melakukan penangkal awal. Masyarakat yang tes urinenya positif mengonsumsi narkoba akan diasesmen dan secepatnya dilakukan penyelamatan supaya tidak jerumus lebih dalam yaitu ketergantungan.

Sementara itu, Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Arianto, S.Ag. menyatakan, tes urine ini merupakan upaya pencegahan dan program rutin pimpinan atas. “Perintah pimpinan atas tegas, tidak akan mentolerir jika ada prajurit TNI terlibat narkoba,” sebutnya. Hasil tes urine oleh BNNK Denpasar, semuanya negatif.

Soal sanksi jika anggota terlibat narkoba, Mayor Arianto menegaskan, jangankan prajurit, sejumlah pimpinan atas dipecat karena narkoba. “Ada perwira melati tiga (Kolonel) dan melati dua (Letkol) dicopot. Pimpinan atas tidak main-main terkait masalah narkoba,” tandas perwira kalem ini. (Ngurah Kertanegara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.