Suasana rapat perwakilan 7 parpol yang menyatakan sepakat berkoalisi dalam Pilbup Jembrana 2020. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Sejumlah pimpinan partai politik (parpol), Minggu (1/12) malam berkumpul di Kantor Sekretariat DPD Golkar Jembrana. Seusai rapat, tujuh parpol di luar PDI Perjuangan, membentuk koalisi untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) Jembrana 2020.

Mereka yang menyatakan berkoalisi adalah Golkar, Gerindra, Demokrat, PPP, Nasdem, PKS dan Perindo. “Tujuh parpol ini sepakat membentuk koalisi untuk Pilkada 2020 Jembrana,” ujar Sekretaris DPD Golkar Jembrana, Nyoman Birawan, Senin (2/12).

Di akhir pertemuan tersebut, dilakukan penandatanganan kesepakatan untuk membentuk koalisi permanen oleh Ketua dan Sekretaris masing-masing parpol. Empat parpol pengusung koalisi yakni Golkar, Demokrat, Gerindra dan PPP yang memiliki kursi di legislatif.

Keempat parpol pengusung ini di legislatif memiliki 14 kursi dari total 35 kursi di DPRD Jembrana. Selain empat parpol pengusung, tiga parpol yang bergabung dalam koalisi menjadi pendukung di antaranya Nasdem, PKS dan Perindo.

Nyoman Birawan menyebut seluruh parpol ini telah mendapatkan restu dari tingkat provinsi. Intinya mereka sepakat untuk membentuk koalisi dalam Pilkada nanti. Dalam kesepakatan tersebut, tujuh parpol juga menyepakati menamakan Koalisi Jembrana Maju.

Setelah kesepakatan koalisi ini, rencananya di akhir Desember ini akan dilakukan deklarasi yang melibatkan seluruh parpol tersebut. Sementara untuk calon yang akan diusung, menurutnya masih akan diputuskan setelah deklarasi ditetapkan. “Di masing-masing parpol saat ini juga sedang menggelar penjaringan dan pendaftaran calon. Termasuk di Golkar juga sedang pendaftaran sampai tanggal 11 Desember ini,” tandas Birawan yang juga Ketua Panitia Seleksi (pansel) pendaftaran calon Bupati dan calon Wakil Bupati 2020.

Baca juga:  Bergerak Mencari Pemimpin Partai Politik

Khusus di Golkar, menurutnya sudah ada tiga tokoh dari luar Golkar yang mengambil formulir. Di antaranya H. Nasrun (pensiunan PNS), I Nengah Tamba (Demokrat) dan Komang Adiyasa (Hanura). Ketiganya sebelumnya juga merupakan calon legislatif tingkat Provinsi dapil Jembrana (DPRD Provinsi) tahun 2018.

Birawan juga memaparkan selain tujuh parpol ini, koalisi juga tengah melakukan komunikasi politik dengan parpol lainnya seperti PKB. Hanya saja, PKB yang juga memiliki dua kursi di DPRD Jembrana belum menyatakan keputusan.

Ketua DPC PKB Jembrana, M Yunus, dikonfirmasi terpisah mengaku memang sempat ditemui dari Golkar secara pribadi. Tetapi belum menentukan sikap, karena rencananya masih akan melakukan aspirasi di bawah terutama di Kecamatan. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.