Sekda Adi Arnawa memimpin rapat Koordinasi Persiapan Antisipasi Musim Hujan yang dilaksanakan di Gedung Kriya Gosana, Senin (25/11). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung mengelar rapat Koordinasi Persiapan Antisipasi Musim Hujan yang dilaksanakan di Gedung Kriya Gosana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Senin (25/11). Dalam rapat yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, Wayan Adi Arnawa melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Badung dan lintas terkait dalam penanganan kebencanaan, seperti TNI, Polri, PMI, SAR, Rapi.

Pada kesempatan itu, Sekda Adi Arnawa menyambut baik diadakan rakor dalam penanggulangan bencana. “Kami menyambut baik kegiatan ini. Mudah-mudahan dengan diadakan rakor ini dapat meningkatkan koordinasi antar OPD di lingkungan Pemda Badung di samping juga dengan lintas terkait dalam penanganan kebencanaan,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam penanggulangan bencana harus ada sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Hal ini sesuai dengan lambang segitiga biru pada logo BNPD/BPBD, yakni bahwa BPBD tidak bisa bekerja sendiri, melainkan harus sinergitas bersama pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, karena mesti bersatu dengan ketiganya, sehingga bisa membantu satu sama lain.

Dalam kesempatan itu, Sekda Adi Arnawa juga menekankan aksi yang harus dilakukan oleh BPBD Kabupaten Badung dan perangkat daerah terkait, termasuk Camat, Perbekel dan Lurah. “Kami minta tetapkan peta rawan bencana terutama banjir dan longsor per desa, per kecamatan,” tegasnya.

Baca juga:  2021, Ditarget Semua Desa Punya Ambulans

Tak hanya itu, Sekda Adi Arnawa juga meminta BPBD Badung memetakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki BPBD Badung. “Hitung masyarakat yang tinggal di wilayah bencana, buat perencanaan yang matang, lakukan apel kesiapsiagaan dan simulasi,” tegasnya lagi.

Rapat diawali dengan paparan plt Kalaksa BPBD Kab. Badung yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Kedaruratan Dan Logistik Ni Nyoman Ermy Setiari yang dalam pemaparannya menyampaikan bahwa dasar terselenggaranya kegiatan Rakor adalah informasi musim awal penghujan oleh BMKG dan Surat Kawat Mendagri tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan, Surat Kepala BNPB No. B-1543/KA.BNPB/PK.03.02/10/2019 tentang Pengurangan Risiko Bencana dan Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan 2019-2020 serta Surat Deputi Bidang Pencegahan BNPB tentang Himbauan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan.

Pada kesempatan tersebut juga dipaparkan kondisi kebencanaan di Indonesia dan di Kabupaten Badung, dimana penanggulangan bencana tidak hanya dilakukan saat tanggap darurat, ada tiga fase penanggulangan bencana, yaitu Pra Bencana, Saat Tanggap Darurat dan Pasca Bencana. “Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa penekanan saat ini adalah lebih memfokuskan ke arah pengurangan risiko bencana dan juga penekanan bahwa simulasi dan pelatihan secara berkala,” pungkasnya. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.