kuliner
Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejumlah pengerjaan fisik dan keuangan di Kota Denpasar masih berlangsung  memasuki akhir tahun 2019. Namun, dari data yang masuk di Bagian Pembangunan, sedikitnya lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) capaiannya  kecil. Oleh karena itu, pada triwulan IV harus digenjot lebih keras, sehingga tidak sampai ada yang tercecer di akhir tahun.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi dan evaluasi pembangunan triwulan III di Kantor Wali Kota Denpasar, Rabu (20/11). Kegiatan yang diikuti seluruh pimpinan OPD dan Perusda di lingkungan Pemkot Denpasar dipimpin Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara serta dipandu Sekda AAN Rai Iswara.

Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa Atmaja menyatakan, realisasi program kerja di sejumlah OPD sudah cukup bagus. Namun, pada kegiatan yang bertema ‘’Kita Mantapkan Pencapaian Pembangunan Seratus Persen” ini juga ada beberapa OPD yang telah memasang target 100 persen pada triwulan III, padahal masih ada triwulan IV. “Kalau pada triwulan ketiga sudah 100 persen, nanti pada bulan berikutnya kan tidak ada kerja. Mohon ini dikoreksi,” katanya.

Evaluasi dilaksanakan guna memastikan seluruh program baik fisik maupun keuangan yang tertuang dalam APBD Kota Denpasar baik induk maupun perubahan tahun 2019 ini dapat terlaksana sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Hingga triwulan III, realisasi keuangan mencapai 62,94 persen, sedangkan realisasi fisik 80,86 persen.

Baca juga:  Anggaran Penanganan Rabies Harus Dipertanggungjawabkan

Sekda Rai Iswara minta kepada OPD agar menyelesaikan sisa yang belum tercapai pada triwulan IV ini. Karena dilihat dari realisasi secara umum, masih ada kekurangan 7 persen untuk fisik dan 17 persen untuk keuangan. “Saya kira masih ada waktu untuk menyelesaikan sisa yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Rai Mantra menegaskan, seluruh OPD wajib memahami dan fokus terhadap target yang telah ditetapkan. Seluruh target capaian mesti terlaksana, baik secara fisik maupun keuangan. Seluruh program dan inovasi yang dilakukan harus dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Dijelaskannya, saat ini telah dioperasikan secara resmi aplikasi Sewaka Dharma Sistem Monitoring Administrasi Pembangunan (Karma Simanis). Aplikasi ini merupakan sarana pengawasan dalam pelaksanaan program pembangunan fisik, nonfisik dan keuangan yang juga terintegrasi dengan SIPKD, Simpeg dan Diskominfo. Dengan demikian, monitoring dan evaluasi dapat dilaksanakan secepat mungkin.

“Saya minta seluruh OPD dapat bekerja dan berinovasi yang tentunya harus memperhatikan target realisasi baik fisik maupun keuangan, sehingga inovasi dan pembangunan dapat terlaksana dengan tepat mutu, tepat guna dan tepat sasaran serta memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Adanya aplikasi Karma Simanis diharapkan mampu menjadi sarana pengawasan dalam rangka monev pembangunan di Kota Denpasar,” tegas Rai Mantra. (Asmara Putra/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.