Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat melakukan tabur bunga di makam I Gusti Ngurah Rai dalam Peringatan Puputan Margarana ke-73 di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Rabu (20/11). (BP/san)

TABANAN, BALIPOST.com – Perjuangan bangsa Indonesia saat ini belum berakhir. Konteks perjuangan bukan dalam merebut kemerdekaan dari penjajah tetapi bebas dari kebodohan dan kemiskinan. Untuk itu generasi muda diharapkan menjadi pahlawan masa kini yang tetap menganut nilai-nilai perjuangan luhur pahlawan namun dalam konteks membangun bangsa, membantu sesama dan bersatu untuk bersama sama menyelesaikan permasalahan bangsa saat ini.

Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati saat menjadi Inspektur Upacara Hari Peringatan Puputan Margarana ke-73 di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Rabu (20/11). Ia melanjutkan pahlawan dalam konteks kekinian tetap menganut nilai luhur, semangat juang, loyalitas dan kesetiakawanan para pahlawan terdahulu. ”Dulu pahlawan I Gusti Ngurah Rai tidak ingin mengorbankan warga Desa Kelaci dalam pertempuran dan memindahkan lokasinya meski tahu tempatnya terbuka dan musuh lebih mudah menyerang. Ini yang namanya loyalitas dan kesetiakawanan. Konteks ini diharapkan diterapkan generasi muda saat ini dalam membantu sesama kita yang masih belum berkecukupan,” ujarnya.

Baca juga:  Segera Dibentuk, Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Untuk itu Wagub berpesan kepada generasi muda untuk bersatu dalam melawan kebodohan dan kemiskinan yang saat ini masih menjadi permasalahan bangsa Indonesia. ”Bung Karno pernah mengatakan jika dulu lawan kita jelas yaitu penjajah. Namun saat ini lawan kita justru adalah saudara dan teman sendiri. Sehingga saya harapkan generasi muda saat ini bersatu. Jangan bermusuhan antara saudara dan teman. Mari bersama-sama perangi kebodohan dan kemiskinan,” tegasnya.

Usai menjadi inspektur upacara, Wagub kemudian melakukan tabur bunga diawali penaburan bunga di makam I Gusti Ngurah Rai dan kemudian disusul ke makam pahlawan lainnya. Selain upacara, dalam peringatan Puputan Margarana ke-73 juga disertai dengan peluncuran buku Dharma Bakti Bapak Tjilik dan Tradisi Mepeed yang dipersembahkan oleh Desa Adat Klaci Marga. (Wira Sanjiwani/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.