Pelaku percobaan pemerkosaan AYN (kiri) ditahan di Mapolresta Denpasar. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Tergiur oleh kecantikan pegawai toko buku berinisial SS (20), pedagang lalapan, AYN (22), nekat menyelinap masuk ke kamar korban di Jalan Singasari Gang II A, Denpasar, Rabu (13/11) lalu. Ia ingin memperkosa korban, tapi rencanya gagal karena diteriaki maling.

Sebenarnya AYN hendak mencuri di kamar korban. Alhasil, pelaku kabur tanpa mengenakan pakaian dan akhirnya ditangkap polisi di seputaran Lapangan Lumintang, Denpasar.

Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Senin (18/11), menjelaskan, kejadiannya pukul 02.30 Wita. Pelaku asal Jember, Jawa Timur, ini tinggal di mes dagang lalapan di Jalan Nangka Selatan, Gang Paksimas III, Denpasar Timur.

Kronologisnya, pelaku masuk ke kamar kos korban melalui jendela yang tidak terkunci. Awalnya pelaku hendak mencuri, tapi tidak mendapat apa-apa. Saat melihat kecantikan korban dan posisi tidurnya tengadah, nafsu birahinya muncul. “Rencana pelaku langsung berubah, dari mencuri jadi ingin memperkosa korban,” jelasnya.

Baca juga:  Tahanan Kabur Asal Rusia Ditangkap di Parit

Selanjutnya pelaku mempreteli pakaianya sendiri. Setelah itu dia mendekati korban. Saat itulah korban bangun dan langsung berteriak saat melihat pelaku telanjang. Pelaku kemudian membekap mulut korban, tapi teriakan wanita tersebut semakin kencang. Apalagi korban berteriak “maling”.

Takut ditangkap warga, pelaku keluar kamar korban lewat jendela tanpa busana yang ketinggalan di TKP. Pelaku kabur menuju mesnya berjarak 2 kilometer dan tiba pukul 03.00, lalu tidur.

Kejadian itu lalu dilaporkan korban ke Polresta Denpasar. Setelah mendalami informasi tersebut, Tim Opsnal Unit V Satreskrim dipimpin Kanit AKP Bambang melakukan penyelidikan. Rabu (13/11) pukul 15.30, polisi menangkap pelaku saat jalan-jalan di Lapangan Lumintang. “Pelaku sudah kami tahan,” ujar Arta Ariawan. (Ngurah Kertanegara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.