TABANAN, BALIPOST.com – Serangkaian kunjungan kerjanya di Bali, Menteri Sosial RI Juliari Batubara juga menyempatkan diri melakukan peninjauan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Mahatmiya Bali di Tabanan, Jumat (15/11). Kunjungannya kali ini juga untuk meninjau realisasi program Kementerian Sosial, seperti program keluarga harapan (PKH), kelompok usaha bersama (Kube) dan program e-warong untuk bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kabupaten Tabanan.

Sebelum menyerahkan bantuan alat bantu aksesbilitas sensorik netra, dan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Juliari menyempatkan diri berkeliling meninjau langsung kegiatan yang ada di Mahatmiya Tabanan. Ia pun mengaku kagum bahwa balai di bawah naungan Kementerian Sosial ini tidak hanya belajar tentang dasar saja melainkan dikemas menarik seperti belajar komputer bicara dan barista.

Apalagi di balai memang ada pelatihan meracik kopi di Artne Coffee. “Saya yakin tidak banyak orang tahu. Ini menandakan disabilitas tidak menjadi penghalang, tetapi penuh semangat dan maju seperti orang normal lainnya, bahkan mereka nantinya bisa merebut peluang kerja sama halnya dengan yang lain,” terangnya.

Dikatakannya meski baru sekitar tiga minggu menjabat sebagai Menteri Sosial, belakangan ini dirinya memang gencar turun ke daerah untuk melihat langsung apakah program program kementrian yang dibiayai atau didanai dari APBN tepat sasaran. “Untuk program baru belum ada, masih melanjutkan program yang ada dulu, sambil melihat apakah program yang sudah jalan selama ini tepat sasaran,” terangnya.

Baca juga:  2020, Nilai BPNT akan Naik Jadi 150 Ribu

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan I Nyoman Gede Gunawan menjelaskan kunjungan Menteri Sosial ke Tabanan untuk melihat sejauh mana realisasi program PKH, BPNT, dan KUBE dan tatap muka dengan penerima manfaat. Ada sekitar 350 penerima manfaat dari Kabupaten Tabanan yang didatangkan hari itu. “Kami di Tabanan bangga juga Pak Menteri yang baru bisa langsung berkunjung ke Tabanan,” tegasnya.

Selain melihat realisasi program Kementerian Sosial, kunjungan Menteri juga memberikan bantuan ke Mahatmia berupa alat bantu aksesibilitas sensorik netra, bantuan PKH, bantuan BPNT, dan pemberian hadiah bagi anak PKH yang berprestasi. Bahkan juga memberikan sertifikat bagi masyarakat penerima manfaat yang sudah graduasi yang artinya sudah keluar dari program PKH karena sudah dianggap mampu. “Ada 600 penerima manfaat yang menerima sertifikat graduasi,” tegas Gunawan.

Sementara untuk di Kabupaten Tabanan, lanjut kata Gunawan, jumlah penerima PKH di tahun 2019 dikurangi penerima manfaat yang sudah graduasi sejumlah 10.300 dari sebelumnya 10.900. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.