DENPASAR, BALIPOST.com – Hingga saat ini situasi lalu lintas di wilayah Bali masih aman dan lancar. Kaum milenial masih mendominasi sebagai pengguna kendaraan di jalan raya.

Sedangkan angka pelanggaran dan lakalantas di Pulau Dewata ini masih tinggi, korbannya masih usia produktif atau dari generasi milenial. Hal itu disampaikan Kasubdit Kamsel (Keamanan dan Keselamatan) Ditlantas Polda Bali, AKBP Drs. I Nyoman Sukasena, Jumat (15/11). “Direktorat Lalu Lintas Polda Bali terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Mulai dari kegiatan preventif, preemtif hingga melakukan penegakan hukum,” ujarnya.

Mengingat jumlah lakalantas dan pelanggaran, itu berarti tingkat kesadaran masyarakat untuk membudayakan diri tertib berlalu lintas masih sangat rendah, terutama di kalangan milenial. Untuk menekan angka pelanggaran dan lakalantas, jajaran Ditlantas telah melaksanakan sosialisasi, edukasi atau memberi contoh berbagai produk tentang road safety yang digelorakan secara masif di semua lini, baik secara langsung maupun melalui media.

Baca juga:  Truk Tak Kuat Naik Tanjakan Makan Korban

“Generasi milenial bisa dikatakan hidupnya di balik layar gadget. Generasi milenial adalah kaum pengendara pemula sehingga harus ditanamkan budaya tertib berlalu lintas. Masalah-masalah lalu lintas sebagian besar disebabkan adanya pelanggaran dan jika hal ini terus dibiarkan, korban akan terus berjatuhan,” tegas mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini.

Untuk menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas, perwira ramah ini juga mengaku intens melaksanakan penyuluhan ke sekolah-sekolah, sosialisasi dan menindak pelanggar dengan memberikan surat tilang. Keselamatan dan kenyamanan berkendara di jalan akan terwujud bila pengguna jalan membudayakan tertib berlalulintas. “Dengan tertib berlalu lintas akan mengurangi kemacetan dan angka kecelakaan. Oleh karena itu akan lebih baik apabila budaya tertib itu dapat ditularkan ke orang lain. Stop kecelakaan, stop pelanggaran dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.