Angin kencang rusak rumah warga. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALI POST.com – Selain diguncang gempa, bencana angin kencang mulai melanda Kabupaten Buleleng, Kamis (14/11). Akibatnya, sejumlah rumah warga di Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan mengalami kerusakan.

Selain merusak bagian atap, ada juga tembok penyengker rumah roboh setelah tertimpa pohon tumbang. Beruntung, kejadian ini tidak sampai menyebabkan korban jiwa.

Data dikumpulkan di lapangan menyebutkan, dampak hujan deras dan angin kencang rumah enam rumah warga di Dusun Tegeha rusak. Selain itu, di Dusun Pakisan ada enam rumah warga dan lima rumah warga Dusun Sangburni kerusakan akibat bencana ini.

Sebelum bencana ini terjadi, mendung tebal menyelimuti langit Desa Pakisan dan sekitarnya. Tidak berselang lama, terjadi hujan deras, sehingga warga memilih istirahat di dalam rumah. Sekitar pukul 15.00 Wita, tiba-tiba terjadi angin kencang.

Tak pelak, angin itu menerbangkan rangka dan atap rumah warga. Tidak itu, saja hempasan angin kencang membuat pohon mangga di sekitar permukiman warga tumbang. Karena lokasinya dekat dengan rumah, batang dan ranting mangga menimpa rumah warga. Bahkan, benturan batang mangga merobohkan pagar pembatas rumah warga.

Baca juga:  Hingga Pertengahan Juli, Bali Masih Dilanda Hujan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, IB Suadnyana membenarkan terjadi hujan deras diikuti angin kencang. Dia mengatakan, kerusakan rumah kebanyakan pada rangka dan atap karena dikoyak angin kencang.

Selain itu, juga ditemukan beberapa rumah warga tertimpa pohon perindang. Pohon tumbang juga merusak bagian tembok pagar rumah warga.

Data kerusakan ini nantinya akan dikaji kemudian BPBD akan mengkoordinasikan kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti dengan bantuan perbaikan rumah. “Asessment awal sudah kami lakukan dan kerusakan sementara masing-masing 6 rumah di Dusun Tegaha dan Pakisan, dan lima rumah lagi di Dusun Sangburni. Data kerusakan masih divalidasi sambil melaksanakan penanganan kedaruratan membersihkan batang pohon atau merapikan atap rumah yang diterbangkan angin,” katanya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.