SEMARAPURA, BALIPOST.com – Bappenas melakukan kunjungan daerah ke Kabupaten Klungkung, Kamis (14/11). Tim pusat ini ingin melihat dari dekat terkait pengelolaan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di Kecamatan Nusa Penida.

Bappenas ingin memprioritaskan penanganan air bersih di Nusa Penida, agar cakupan pelayanan air bersih di Nusa Penida bisa segera mencapai 100 persen. Direktur Pengairan Irigasi Bappenas Abdul Malik, menyampaikan proritas penanganan air bersih di Nusa Penida untuk menatap perkembangan pariwisata maupun pelayanan dasar kebutuhan masyarakat.

Sebab, saat ini mayoritas masyarakat Nusa Penida masih menjerit kesulitan air bersih. Demikian juga para pelaku usaha pariwisata. Bila kebutuhan dasar sulit dipenuhi, maka pariwisata berkelanjutan juga kian sulit tercapai.

Kedatangan langsung ke Klungkung, juga terkait rencana Bappenas mendorong agar pembiayaan ini berkelanjutan dan sebisa mungkin melakukan velue engineering, bekerjasama dengan pihak investasi infrastruktur. “Langkah ini kami lakukan agar pelayanan masyarakat bisa lebih cepat, profesional dan terjangkau,” ujar Abdul Malik, saat diterima di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, mengatakan perhatian pusat terhadap Nusa Penida, sudah sewajarnya direalisasikan dalam berbagai program. Terutama yang berkaitan dengan SPAM agar cakupan pelayanan bisa segera 100 persen.

Bupati Suwirta memaparkan bahwa Kecamatan Nusa Penida memiliki delapan status predikat nasional. Dua status berasal dari Peraturan Pemerintah, lima status berdasarkan Keputusan Menteri termasuk di dalamnya KSPN, KKP dan satu status berasal dari Keputusan Presiden mengenai Pulau Terluar.

Baca juga:  Tim Monev Tinjau Pengerjaan Proyek Fisik di Nusa Penida 

Menurutnya, delapan status ini harus direalisasikan dengan berbagai program guna mempercepat pembangunan Nusa Penida. Dari delapan status itu, Bupati Suwirta status sebagai pulau terluar harus direvisi, karena hanya mencantumkan Pulau Nusa Gede.

Padahal, Kecamatan Nusa Penida ada dua pulau lain, yakni Ceningan dan Lembongan. Pemkab Klungkung akan mengusulkan ulang pulau terluar ini, agar Lembongan dan Ceningan masuk ke di dalamnya. “Kami selalu lebih banyak berbicara mengenai Nusa Penida, karena titik ungkit peningkatan PAD Klungkung terletak disana,” ujar Bupati Suwirta.

Bupati Suwirta menambahkan, PAD hanya akan bisa didapat dari sektor pariwisata. Salah satu kendala terbesarnya, adalah penyediaan cakupan layanan air bersih.

Pihaknya sudah menugaskan Dinas PU agar secepatnya membuat perencanaan menyeluruh, menuju 100 persen pelayanan air minum di Nusa Penida. Pihaknya berharap cita-cita Pemkab Klungkung dengan Bappenas segera dapat terealisasi.

Ketika kebutuhan air bersih terlayani, maka kemajuan lainnya akan mengikuti. Baik kesejahteraan masyarakat maupun kemajuan sektor pariwisata. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.