DENPASAR, BALIPOST.com – Melalui rangkaian kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 55 dengan tema ”Generasi Sehat, Indonesia Unggul”, Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali mengharapkan seluruh masyarakat, dunia usaha, professional, mitra, organisasi, dan tokoh masyarakat dapat merasakan manfaat, juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembangunan kesehatan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat. Itu diterangkan Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr Ketut Suarjaya MPPM pada puncak peringatan HKN ke-55 di Diskes Bali, Selasa (12/11).

HKN yang diperingati tiap 12 November merupakan momentum untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal tersebut dapat terwujud melalui peran serta semua komponen bangsa dalam upaya kesehatan, dengan mengedepankan upaya promosi (promotif) dan pencegahan (preventif), melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), yang didukung pengobatan (kuratif) dan rehabilitasi (rehabilitatif).

Dalam upaya tersebut, sekaligus rangkaian peringatan HKN ke-55, Diskes Bali melaksanakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan diikuti seluruh steak holder kesehatan, baik itu universitas, organisasi profesi, dinas kesehatan, Puskemas, dan lainnya.

Kegiatan-kegiatan itu berupa seminar nasional strategi penanggulangan stunting, pengelolaan dan pengolahan limbah B3, test kebugaran ASN, bakti sosial pelayanan kesehatan yang dilakukan RSJ Bali di Desa Tegalalang, Gianyar. Kemudian penggerakan masyarakat dalam mensukseskan program Germas, senam sehat, pemberantasan sarang nyamuk di Desa Kesiman, Denpasar.

Penandatangan perjanjian kerja sama dengan PHDI, WHDI, PT Bamboo Media, Universitas Dyana Pura, BCA, dan PT Nutrifood Indonesia. Selain itu juga melaksanakan bakti sosial ke sejumlah SD di Tabanan, bersih lingkungan pemungutan sampah plastik, kelas ibu hamil dan balita.

Baca juga:  Total Sudah 36 Pasien Terjangkit Streptococcus Suis

Kegiatan yang dilaksanakan ini sejalan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah Provinsi Bali, untuk mencapai “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru.

Pada peringatan HKN ke-55 ini, Kepala Diskes Bali, menyampaikan rasa terimakasihnya pada masyarakat Bali yang terus bersama pihaknya melakukan upaya-upaya meningkatkan kesehatan. Sehingga indicator capaian kesehatan provinsi Bali, Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) Bali memperoleh peringkat pertama nasional (2013, 2018).

Kemudian, berhasil menurunkan angka kematian ibu, kematian bayi sampai dibawah rata-rata nasional, bahkan penurunan angka stunting sampai dibawah rata-rata WHO. Pada 2019 angka stunting Bali berkisar 14.4 persen.

Upaya-upaya ini tercapai atas dukungan masyarakat Bali. Untuk itu pihaknya mengajak agar seluruh masyarakat terus mengupayakan hidup sehat. “Karena sehat harus dimulai dari diri sendiri, kemudian juga dalam lingkungan keluarga, dan seluruh masyarakat harus berperan serta,” terang Suarjaya.

Ditambahkannya, agar semua berupaya untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, sehat merupakan investasi, kemauan untuk hidup sehat. Dengan begitu maka akan mampu melakukan upaya-upaya yang mengarah pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.