MANGUPURA, BALIPOST.com – Kelompok Perajin perak Cipta Karya Pertiwi sempat menjadi kelompok usaha masyarakat yang populer di Desa Bongkasa Pertiwi pada tahun 90an. Namun seiring berjalannya waktu, popularitas usaha ini semakin menurun.

Hadirnya mata pencaharian baru yang dipandang lebih menghasilkan dan lebih instan bagi masyarakat Karang Dalem I, membuat mayoritas warga beralih profesi dari perajin perak menjadi pekerja pariwisata. Hal tersebut membuat jumlah perajin perak tradisional di desa ini semakin menurun.

Dulu, jumlah perajin perak mencapai 79 perajin. Namun pada 2005 berkurang hingga tersisa 15 orang perajin. Pada 2019, hanya tersisa 8 perajin perak tradisional yang masih benar-benar aktif dan tetap bertahan menggunakan cara tradisional.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemen RISTEKDIKTI) tahun 2019, tim dosen dari Universitas Warmadewa (Unwar) yang terdiri dari (1)  A.A. Gede Raka Gunawarman, S.T., M.T.; (2) Dr. Ni Luh Anik Puspa Ningsih, S.E., M.M.; dan (3) Made Suryanatha Prabawa, S.T., M.Ars. dibantu oleh tim mahasiswa sejumlah 4 orang dari Fakultas Teknik dan Perencanaan (FTP) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melaksanakan pengabdian masyarakat. Tujuannya merevitalisasi kelompok perajin perak agar aktif dan mampu kembali menjadi ikon Desa Wisata Bongkasa Pertiwi.

Dalam Peraturan Bupati No. 47 Tahun 2010 Desa Bongkasa Pertiwi, khususnya Br. Karang Dalem I, memang tercantum sebagai salah satu Desa Wisata di Kabupaten Badung dari 11 Desa yang telah ditetapkan. Berdasarkan fakta tersebut tim PKM Unwar terjun ke lapangan untuk mengumpulkan potensi dan permasalahan yang ada terkait tujuan revitalisasi.

Baca juga:  Unwar Peduli Korban Gempa Lombok

Berdasarkan hasil survey, potensi-potensi yang dimiliki oleh Br. Karang Dalem I ada dua. Yakni lingkungan permukiman dan pekarangan rumah warga yang masih asri dan tertata layaknya Desa Penglipuran Bangli dan aktvitas perajin perak tradisional yang masih aktif dan berpotensi menjadi daya tarik wisata.

Permasalahan utama yang ditemukan adalah masih minimnya warga yang menyadari potensi-potensi tersebut. Sehingga dibutuhkan edukasi dan solusi-solusi guna menghidupkan lingkungan banjar mereka.

Solusi yang ditawarkan oleh tim PKM Universitas Warmadewa berupa penataan lingkungan permukiman dan pekarangan rumah warga untuk dapat dimanfaatkan sebagai akomodasi pariwisata dalam bentuk homestay. Selain itu aktivitas Silver Class sebagai atraksi wisata utama yang dapat disuguhkan bagi para wisatawan.

Solusi berbasis kepariwisataan yang diterapkan oleh Tim PKM sesuai dengan visi misi Universitas Warmadewa yakni Bermutu, Berwawasan Ekowisata, dan Berdaya Saing Global pada 2034. Tahapan kegiatan ini dimulai dari Februari 2019 – Desember 2019 dimulai dari Survey, Focus Group Discussion (FGD), sampai dengan menyiapkan video promosi.

Pada Minggu (10/11), Tim PKM Unwar menyerahkan alat bantu silver class berupa kompor pompa yang diserahkan langsung kepada Perwakilan Kelompok Perajin Perak  yakni I Wayan S. Pastika, serta pembuatan video promosi dan video edukasi pembuatan kerajinan perak. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Desa Bongkasa Pertiwi sebagai sebuah dukungan pada kegiatan PKM ini. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.