DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Festival Seni Bali Jani merupakan bentuk komitmen Pemprov Bali terhadap perkembangan seni modern. Meliputi teater, sastra, puisi, musik, film, mural dan berbagai jenis seni modern lainnya.

Pihaknya berharap para seniman, kreator akan semakin termotivasi, tumbuh dan berkembang untuk berkreasi dengan berkualitas dalam memajukan seni budaya Bali menuju kesempurnaannya. “Dengan demikian terdapat keadilan dalam penyediaan wahana untuk tampilnya seniman tradisi (dalam Pesta Kesenian Bali, red) dan seniman modern (dalam Festival Seni Bali Jani, red),” ujarnya dalam acara penutupan Festival Seni Bali Jani di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (8/11) malam.

Menurut Koster, Festival Seni Bali Jani akan dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan setiap tahun. Festival Seni Bali Jani kedua tahun 2020 mendatang akan diselenggarakan lebih baik menyangkut materi dan format penyelenggaraannya agar lebih kaya, akomodatif, dan berkualitas.

Selain itu, penyelenggaraannya juga akan dilakukan secara bertingkat mulai dari kabupaten/kota berlanjut ke provinsi. “Untuk itu, Pemprov Bali menyiapkan anggaran untuk kabupaten/kota agar mengikuti Festival Seni Bali Jani tingkat provinsi dengan masing-masing bantuan anggaran sebesar Rp 500 juta untuk dilaksanakan oleh kabupaten/kota,” imbuh mantan anggota DPR RI ini.

Baca juga:  Penting, Bangun Masyarakat Berbudaya dan Kadarkum

Koster menambahkan, Festival Seni Bali Jani yang akan datang nantinya diisi dengan parade antar kabupaten/kota se-Bali. Tahun depan, festival ini akan menjadi bagian utuh program pemajuan kebudayaan dengan tema “Candika Jiwa, Puitika Atma Kerthi”. Tema ini bermakna sebagai upaya kreatif terkini untuk mencandikan jiwa, spirit, taksu, dan juga tentang ide-ide cemerlang.

Penutupan Festival Seni Bali Jani juga diisi dengan penyerahan penghargaan Bali Jani Nugraha kepada Ida Bagus Anom Ranuara (pengabdi bidang teater), Ida Ayu Oka Rusmini (pengabdi bidang sastra), I Gusti Putu Bawa Samar Gantang (pengabdi bidang seni sastra), I Made Adnyana Ole (pengabdi bidang Sastra), Kadek Suartaya (pengabdi bidang kritik seni pertunjukan), Putu Wirata Dwikora (pengabdi bidang kritik seni rupa), dan I Made Adnyana (pengabdi bidang kritik film dan musik).

Selain itu juga diserahkan hadiah bagi para pemenang pertama lomba-lomba dalam Festival Seni Bali Jani. Penutupan antaralain dimeriahkan dengan garapan “Terjebak di Dunia Maya”, dimana istri Gubernur Bali, Ny. Putri Suastini Koster ikut terlibat membaca puisi. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.