Desak Putu Tiara. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Duka dirasakan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Buleleng tahun 2019 yang kini purna tugas. Pasalnya, salah satu anggota, Desak Putu Tiara meninggal dunia, Rabu (6/11).

Siswa SMAN 3 Singaraja Kelas XII IPS-1 ini menurut ayah almarhum, Dewa Gede Sugiarta, mengeluhkan demam dan sakit kepala sekitar Senin (28/10). Tiara, disebut menderita sakit kepala dan badannya terasa panas.

Siswa ini pun meminta izin kepada gurunya untuk pulang ke rumah, dengan dijemput oleh salah satu keluarganya. Sakit yang dialami dinilai biasa-biasa saja, sehingga Sugiarta hanya membawa anaknya berobat di salah satu dokter praktik.

Namun karena suhu badan tidak kunjung turun, pada Jumat (1/11), Tiara diantar ke RSUD Buleleng untuk menjalani cek darah. Karena RSUD kamar inapnya penuh, dia kemudian dirawat di RSU Kertha Usada. “Waktu saya antar ke rumah sakit, masih sempat bercanda. Bahkan di dalam ambulans, anak kami hanya duduk, sehinga sakitnya saya kira tidak parah,” katanya.

Di RSU Kertha Usada, almarhum dirawat di ruang ICU. Saat itu, sempat bercanda dengan menyebut jika perawat-perawat di rumah sakit tersebut tampan.

Ketika hendak dipasangi peralatan medis, seperti oksigen dan detak jantung, almarhum tiba-tiba berontak dan diberikan obat penenang. Neberapa menit kemudian kondisi almarhum drop, dan langsung tak sadarkan diri (koma). “Sudah dilakukan pengecekan darah dan lendir. Hasilnya negatif. Sampai sempat dites HIV, hasilnya juga negatif. Dokter juga bingung sakit apa dan obat apa tidak diketahui,”  jelasnya.

Baca juga:  Bertambah, Korban Tewas Gempa 6,4 SR Jadi 10 Orang

Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 3 Bidang Kesiswaan Putu Merta Tenaya mengaku kehilangan karena kepergian almarhum. Dia menyebut, nilai akademik almarhum tergolong baik.

Selain itu, para guru dan teman-temannya mengenal almarhum sebagai sosok siswa yang aktif dalam berbagai organsiasi, seperti OSIS dan menyukai berbagai jenis olahraga. Salah satu prestasi kebangaaan yang diarih alamrhum adalah lolos menjadi Paskibra Kabupten Buleleng tahun 2019.

Tidak sekedar lolos, namun tugas yang diemban sangat membanggakan yakni pembawa baki bendera pada saat Upacara Penurunan Bendera 17 Agustus 2019 di Lapangan Taman Kota Singaraja.

“Kami sangat kehilangan dengan kepergian almarhum, dan mudah-mudahan perbuatan kepada semua warga sekolah  dibalas dengan kebaikan yang dilimpahkan Tuhan,” tegasnya.

Sementara itu, menurut rencana, pihak keluarga akan mengupacarai jenazah almarhum pada Rabu (13/11). Saat ini, jenazahnya disemayamkan di rumah duka Banjar Satria, Lingkungan Penarukan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.