Suasana di Pasar Ubud. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pascaterbakarnya bangunan Blok A Pasar Ubud pada 2016, hingga kini belum ada tanda dari pemerintah akan membangun ulang di lokasi tersebut. Kawasan pada bangunan yang terbakar itu pun kini sudah rata dan difungsikan sebagai parkir kendaraan.

Bahkan, untuk APBD Gianyar 2020 juga dipastikan tidak ada rencana membangun Pasar Ubud yang setiap hari dikunjungi ratusan turis itu. Kadisperindag Gianyar, Ni Luh Gede Eka Suary, Senin (4/11) mengatakan setelah menjabat sebagai Kadisperindag, pihaknya bersama staf sudah menegcek lokasi Pasar Ubud, termasuk areal Blok A yang terbakar beberapa tahun lalu. “Yang di Ubud sudah kami cek bersama Kabid, sebenarnya sudah diusulkan untuk diperbaiki itu,” jelasnya.

Namun diakui usulan itu tidak kunjung bisa terealisasi. Sebab tahun ini dan 2020 pemerintah akan fokus dengan pembangunan Pasar Gianyar, yang menggunakan anggaran ratusan juta dari APBD Gianyar dan revitalisasi Pasar Seni Sukawati yang menggunakan anggaran pemerintah pusat. “Untuk 2020 kita masih fokus dengan Pasar Seni Sukawati dan Pasar Umum Gianyar, belum ada yang lain. Tentunya bapak bupati akan terus mengusulkan secara bertahap mungkin di 2021,” jabarnya.

Diakui beberapa hari lalu juga ada dari pihak desa adat yang mempertanyakan terkait pembangunan kembali Blok A Pasar Ubud. Namun sudah dijelaskan bahwa pembangunan pasar akan dilakukan pemerintah secara bertahap. “Sudah kita jelaskan, pembangunan ini bertahap, kalau sudah dipastikan oleh pimpinan tentu kita siap melaksanakan apalagi untuk tujuannya membuat agar lebih bagus,” tegas pejabat asal Tabanan ini.

Baca juga:  Perapen Terbakar, Ini Jumlah Kerugiannya

Disinggung terkait adanya rencana meminta bantuan pusat sebesar Rp 40 miliar untuk membangun Pasar Ubud? Kadisperindag mengaku setelah ia menjabat belum mendapat informasi terkait hal tersebut. “Kalau terkait bantuan dari pusat itu kurang tahu, karena sampai sekarang memang belum ada data itu,” tandasnya.

Perlu diketahui bangunan Blok A Pasar Ubud terbakar pada awal 2016. Pascaterbakar, bangunan yang gosong itu sempat dibiarkan hampir dua tahun. Kondisi ini pun menjadi perhatian wisatawan yang melintas.

Memasuki 2018, pemerintah akhirnya melakukan pembongkaran pada areal bangunan yang gosong itu. Beberapa bulan kemudian, di areal yang sudah rata dengan tanah itu dilakukan pemasangan paving senilai Rp 190 juta lebih.

Upaya ini dilakukan untuk menambah luas parkir di kawasan Pasar Ubud. Selain itu juga untuk persiapan menyambut delegasi IMF, yang kala itu diperkirakan akan ramai berkunjung ke Ubud. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.