Pilkada
Ilustrasi. (BP/dok)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Hari H pencoblosan Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak tahun 2019 ini ditetapka Kamis (31/10). Secara umum persiapan menjelang pemungutan suara itu sudah final.

Mengantisipasi keamanan saat pencoblosan dan penghitungan suara, jajaran Polres Buleleng telah menyiapkan personel pengamanan. Bahkan, aparat di Bali Utara sudah memetakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masuk kategori rawan.

Atas pemetaan itu, kepolisian memberikan atensi khusus dengan mempertebal personel pengamanan. Hal itu diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Operasional Polres Buleleng Kompol A.A. Wiranata Kusuma saat menajdi narasumber dalam dialog interaktif Geliat Buleleng yang disiarkan Radio Singaraja FM 92.0, Selasa (29/10).

Lebih jauh perwira asal Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng ini mengatakan, sesuai dengan instruksi pimpinan kekeuatan pengamanan pilkel serentak di 79 desa di Buleleng akan dijaga oleh 870 personel. Selain itu, pengamanan ini juga dipertebal oleh personel di setiap polsek bersangkutan.

Personel pengamanan ini telah mengikuti apel pasukan dan mulai Rabu (30/10), ratusan personel pengamanan itu menuju masing-masing desa yang menghelat pilkel serentak. “Secara umum kekuatan pengamanan kami bertugas pada tiga rayon yaitu Buleleng timur, tengah dan rayon Buleleng barat,” katanya.

Di sisi lain mantan Kapolsek Kota Singaraja ini mengatakan, selain mempersiapkan kekuatan pengamanan, pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap terjadinya konflik, baik saat pencoblosan dan proses penghitungan suara. Hasil pemetaan itu menyebut, dalam pilkel serentak di 79 desa terdapat 336 lokasi TPS.

Dari jumlah, ada 86 TPS yang masuk kategori rawan terjadi konflik yang memerlukan atensi dengan ketat. Kerawanan ini selain karena meningkatkan tensi politik di desa bersangkutan, pertimbangannya juga karena lokasi pembuatan TPS jauh dari pusat desa dan beberapa pertimbangan keamanan lain. “Ini protap dalam mengantisipasi dan kami harap calon, tim sukses, dan pihak lain untuk komitmen menjaga situasi kamtibmas. Kalau terjadi pidana tentu kami akan menindak sesuai pelanggaran hukum,” jelasnya.

Baca juga:  KPU Denpasar Kekurangan 1.545 Kotak dan Bilik Suara

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyaraat Desa (PMD) Buleleng, Made Subur mengatakan, secara keseluruhan panitia kabupaten dan panitia desa sudah melaksanakan tahapan pilkel dengan baik. Terutama untuk tahapan distribusi logistik surat suara, alat coblos, bilik kotak suara, dan logistik lain sudah diterima di masing-masing desa pelaksana pilkel serentak. Tinggal masing-maasing panitia desa sesuai tahapan yang sudah dibuat untuk mempersiapkan pembuatan TPS dan melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara sesuai jadwal Kamis (31/10). “Secara umum semua tahapan sudah berjalan, logitik sudah di desa dan pantiia desa sudah siap melaksanakan pemungutan dan menghitung suara,” katanya.

Mantan kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng ini berharap, visi, misi dan program setiap calon perbekel terpilih nanti dapat diimplementasikan sesuai potensi di desa bersangkutan. Selain itu, roda pemerintahan dan pembangunan oleh perbekel terpilih sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dan pusat. “Kami berharap, visi dan misi para perbekel ini sejalan dengan kebijakan pemerintah lebih tinggi, serta sejalan dengan potensi yang ada,” imbuh birokrat asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini. (Mudiarta/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.