BANGLI, BALIPOST.com – Pascamundur dari penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di PDIP, Made Subrata, adik kandung Bupati Bangli I Made Gianyar kini telah secara resmi menjadi kader Golkar. Ia berharap besar Partai Golkar merekomendasikannya sebagai Calon Bupati (Cabup) dalam Pilkada Bangli 2020 berpasangan dengan mantan Ketua DPC PDIP Bangli Ngakan Kutha Parwata.

Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Bangli, I Nengah Darsana mengungkapkan, Subrata datang ke kantor sekretariat DPD I Partai Golkar di Denpasar Senin saat jajaran pengurus harian DPD I Golkar yang dipimpin langsung Plt. Ketua DPD I Partai Golkar Gede Sumarjaya Linggih sedang menggelar rapat koordinasi dengan jajaran pengurus DPD II Partai Golkar. Subrata datang bersama Ngakan Kutha Parwata, dan sejumlah tokoh masyarakat serta perbekel di Kabupaten Bangli.

“Intinya Pak Subrata menyampaikan bahwa sekarang sudah masuk jadi kader Golkar. Kedua, Pak Subrata mengharapkan kedepan direkomendasikan oleh Golkar untuk maju jadi calon Bupati Bangli,” ungkap Darsana saat dihubungi.

Dalam kesempatan itu, Subrata, kata Darsana juga memperkenalkan Ngakan Kutha Parwata kepada jajaran pengurus DPD I dan DPD II Partai Golkar. Subrata mengharapkan Golkar nantinya juga merekomendasikan mantan Ketua DPRD Bangli itu untuk menjadi pendampingnya. “Yang jadi kader Golkar hanya Pak Made Subrata. Pak Ngakan hanya diajak untuk diperkenalkan jadi pendampingnya kalau nanti Golkar merekomendasikan Pak subrata jadi calon bupati. Intinya pak Subrata tadi sudah langsung memperkenalkan diri ingin jadi calon Bupati,” terangnya.

Disinggung soal tanggapan DPD I dan DPD II terkait aspirasi Subrata, Darsana mengatakan Partai Golkar sudah mempunyai mekanisme untuk penentuan Cabup/Cawabup. Rencananya, Golkar baru akan mulai berproses sekitar pertengahan Desember.

Baca juga:  Digadang-gadang Cabup Bangli, Sedana Arta Belum Ambil Formulir di DPC PDIP

Selain Subrata, Darsana menyebut I Ketut Mardjana juga sempat datang ke Golkar. Hanya saja ia mengaku tidak tahu apakah Mardjana datang untuk jadi kader atau hal lain. “Saya kurang tahu informasinya. Pak Mardjana sudah diterima tiga hari lalu di DPD I. Kurang tahu saya, karena kita tidak dilibatkan. Baru kali ini kita di fraksi dilibatkan, diberikan arahan khusus berkaitan dengan kondisi di Bangli,” ujarnya.

Pria yang duduk di komisi III DPRD Bangli ini menegaskan, Partai Golkar adalah partai terbuka.

Siapa saja tokoh-tokoh yang ingin mendaftar, baik kader partai maupun non kader, tokoh-tokoh yang lain, Golkar selalu terbuka. Selaku anggota Fraksi yang notabene perpanjangan tangan dari partai, dirinya akan siap mengamankan dan berjuang semaksimal mungkin untuk memenangkan siapa pun paket yang nanti direkomendasi oleh DPP.

Sementara itu Made Subrata terpisah mengakui dirinya kini sudah menjadi kader Golkar. Dia masuk ke Golkar atas inisiatif sendiri didukung beberapa tokoh masyarakat dan rekan perbekel lainnya.

Subrata membenarkan dirinya masuk ke Golkar karena ingin maju menjadi Calon Bupati. Dia berharap bisa dipasangkan dengan Ngakan Kutha Parwata, yang menurutnya memiliki kesamaan komitmen dan pola pikir dengannya.

Sebelum resmi mendaftar jadi kader Golkar, Subrata mengaku sudah sempat melakukan pembicaraan dengan Mardjana yang notabene sama-sama punya keinginan maju lewat Golkar. Dia mengatakan antara dirinya dan Mardjana tidak ada persaingan.

Kalaupun nanti pada akhirnya Golkar merekomendasikan Mardjana maju di Pilkada 2020, Subrata mengaku akan legowo. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.