Bupati Gianyar I Made Mahayastra membuka Festival Payangan III Minggu (27/10). (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Bupati Gianyar I Made Mahayastra membuka Festival Payangan III Minggu (27/10). Festival ini akan berlangsung hingga 5 hari ke depan. Festival di ujung utara Kabupaten Gianyar ini untuk membangkitkan kembali seniman yang sudah lama tenggelam karena kurangnya tempat peyaluran wadah.

Bupati Gianyar Made Mahayastra, mengatakan Festival Payangan dilaksanakan bertepatan dengan pelaksanaan Hari Sumpah Pemuda ke-91. Festival ini merupakan ajang pembinaan dan pemberian wadah untuk menumbuhkembangkan seni budaya para seniman Payangan yang nantinya festival ini juga bisa menjadi penunjang kepariwisataan di Kecamatan Payangan.

Di sisi lain, festival ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Gianyar khususnya Payangan. Dengan begitu, kehidupan kesenian mampu menunjang kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap di setiap penyelenggaraan festival ini ada gebrakan baru baik dari seni budaya maupun industri kreatif yang ditampilkan supaya menjadikan Festival Payangan masuk agenda para wisatawan setiap diselenggarakannya,” cetus Bupati Gianyar Made Mahayastra.

Baca juga:  Nyaleg, 4 Perbekel di Gianyar Sudah Ajukan Pengunduran Diri

Ketua panitia Festival Payangan I Ketut Bawa mengatakan, Festival Payangan III dilaksanakan selama 5 hari, dimulai Minggu (27/10) hingga Kamis (31/10).

Pada saat pembukaan dilaksanakan penampilan Baleganjur yang berasal dari 9 (sembilan) Desa se-Kecamatan Payangan. Pembukaan juga diawali dengan pembacaan Sumpah Pemuda, pawai obor yang dibawakan remaja paskibraka Kecamatan Payangan.

Tema yang diambil dalam festival kali ini Parartha Gumawe Sukaning Bhuana yang berarti membangun kebahagiaan dunia serta isinya.

Selanjutnya, disetiap malam selama festival ini berlangsung hingga penutupan akan selalu dihibur ratusan seniman muda Payangan. Mulai dari pertunjukan Gong Kebyar Mebarung antar masing-masing desa se-Kecamatan Payangan.

Ia berharap aktivitas ini mengurangi aktivitas negatif yang dilakukan generasi muda sekarang, sehingga secara langsung mampu mendidik pemuda sesuai dengan semangat dan cita-cita dari sumpah pemuda itu sendiri. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.