MANGUPURA, BALIPOST.com – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-91, siswa dan siswi SMAN 1 Abiansemal berkumpul di aula. Mereka diberi pemahaman kesadaran bela negara dan penceramahnya dari Kodim 1611/Badung, Mayor Inf I Putu Sukadana sebagai Perwira Penghubung (Pabung).

Mayor Sukadana, didampingi Pasiter Kapten Inf. Wayan Suara mengatakan, generasi penerus bangsa harus memiliki kesadaran bela negara. Apalagi pengaruh global saat ini sangat masif dan tidak sedikit berdampak negatif. “Generasi penerus bangsa kita khususnya para pelajar harus tahu dan paham tentang NKRI adalah tanah tumpah darah kita, tanah air kita dan sebagai ruang hidup,” kata Sukadana.

Menurutnya nilai-nilai kebangsaan harus terus digali dari sejarah perjalanan dan perjuangan Bangsa Indonesia. Dengan demikian generasi muda mampu membuat Indonesia menjadi negara kuat dan berdaulat. “Bela negara yaitu sikap dan prilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa serta negara,” ungkap mantan Danramil 1611-01/Denpasar Timur ini.

Ia berhadap rakyat Indonesia agar selalu waspada dan siap membela tanah air Indonesia terhadap berbagai bentuk ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan (AGHT). AGHT tersebut dapat membahayakan kelangsungan hidup berbangsa dan negara.

Baca juga:  Begini Cara BEM FIP Undiksha Isi Peringatan Sumpah Pemuda

Sementara Kodam IX/Udayana melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Praja Raksaka Kepaon, Denpasar dan sebagai Irup, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri.
Kasdam saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali menyampaikan, saat ini di belahan dunia telah lahir generasi muda yang memiliki pola pikir yang serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik dan gramatik.

Canggihnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, dan interaksi mereka di sosial media berjalan real time 24 jam. Diharapkan peran pemuda dapat bersaing dalam bentuk apapun tentunya dalam hal yang positif. “Ke depan akan banyak muncul tokoh-tokoh muda yang mendunia,” ujarnya.

Bila pemuda generasi terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa. Tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.