DENPASAR, BALIPOST.com – Kunci sukses komunikasi adalah menggunakan hati. Juga harus berhati-hati. Demikian dikemukakan Pakar Komunikasi dan Motivator Dr. Aqua Dwipayana, Sabtu (26/10) di International Conference Center (ICC) Mall Bali Galeria.

Ia mengatakan untuk itu ada lima komunikasi yang efektif, yaitu respect, empati, audible, clear dan humble. Ia mengapresiasi Pemimpin Wilayah VII PT. Pegadaian (Persero) Denpasar, Nuril Islamiah, SE., MM.

Karena, selain menjadi role model di bidang komunikasi, menurutnya Nuril juga melakukan langkah tepat untuk bisa melebihi target dengan waktu tinggal 2 bulan. “Beliau sengaja mengundang saya, itu berarti beliau menyadari apapun tugasnya, salah satu mencapai sukses, mencapai target yaitu dengan mendalami komunikasi karena semua produk PT Pegadaian perlu dikomunikasikan dengan baik,” ujarnya.

Komunikasi meliputi komunikasi dengan internal karyawan Pegadaian dan eksternal yaitu dengan nasabah dan calon nasabah. “Jadi saya melihat, kemampuan komunikasi perlu ditularkan pada jajarannya. Ini adalah modal yan gbaik untuk mewujudkan semua target-target Pegadaian Wilayah VII Denpasar ini dan saya optimis Pak Nuril bisa mencapai itu bahkan melebihi target,” imbuhnya.

Per September 2019, target pencapaian PT Pegadaian (Persero) Wilayah VII Denpasar telah tercapai 101 persen dari Rp 4,5 triliun. Namun target tersebut akan terus dimaksimalkan hingga akhir tahun 2019 mencapai Rp 4,9 triliun.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kualitas komunikasi dari karyawan melalui gathering. Deputi Bisnis Area Denpasar 2 PT Pegadaian (Persero) I Ketut Winata, SE., M.Si.mengatakan, gathering ini sengaja dibuat oleh Pinwil PT Pegadaian (Persero) Kanwil VII Denpasar Nuril Islamiah, SE., MM., sebagai ajang mempersatukan visi Pegadaian, terutama cabang- cabang Pegadaian yang ada di Denpasar.

Baca juga:  DPRD Buleleng Usulkan Pemkab Berhenti dari Kepesertaan BPJS

Tujuan gathering ini agar Pegadaian bisa mencapai target di tahun 2019, terutama target exceed (target lebih) yang sudah ditetapkan. Target Pegadaian 2019 yaitu KPI (Key Performance Indicators) dan OSL (outstanding loan). “Itulah yang ingin kita capai terutama item-itemnya, terutama OSL, target exceed yang ditetapkan kantor pusat. Itu sudah tercapai, cuma beberapa yang belum. Itulah yang dimotivasi dengan mendatangkan motivator dan pakar komunikasi, sehingga sisa waktu 2 bulan bisa mencapai target,” ujarnya.

Target OSL Pegadaian Wilayah VII Denpasar sebesar Rp 4,5 triliun telah tercapai Rp 4,6 triliun, sehingga targetnya sudah mencapai 101 persen per September 2019. “Pimpinan tidak hanya menginginkan target itu tercapai. Kami diberikan target, tantangan lain untuk mencapai Rp 4,9 triliun,” ungkapnya.

Target OSL yang mendominasi diakui produk gadai 75 persen dan 25 persen non gadai. Ia pun optimis, target tersebut bisa tercapai dengan tekad dari seluruh karyawan Pegadaian dan bimbingan dari atasan.

Tercapainya target Pegadaian, menurutnya bukan berarti Pegadaian tidak terpengaruh pada lesunya ekonomi. Karena menurut Winata, bisnis Pegadaian tidak hanya gadai. Pegadaian juga mengembangkan bisnisnya misalnya fidusia (mikro). “Jadi kalau boleh kita bilang, yang datang ke Pegadaian bukan orang yang kurang saja, orang yang berlebihan pun bisa datang ke Pegadaian untuk berinvestasi. Kurang kebutuhan modal juga bisa datang,” tandasnya.

Pertumbuhan ekonomi yang stabil ataupun meningkat juga berpengaruh pada bisnis Pegadaian. Karena roda ekonomi akan berjalan lebih kencang, tentu kebutuhan dana dan tenaga kerja akan lebih banyak. (Citta Maya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.