Kebakaran menghanguskan 5 hektare lahan kering milik warga. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Mengingat cuaca panas belakangan ini yang banyak menimbulkan kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menghimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan. Seruan BPBD Bali ini menyusul sejumlah peristiwa kebakaran yang beruntun terjadi di Kecamatan Kintamani, Bangli sejak Sabtu lalu hingga Senin (21/10).

Ketua BPBD Bali, I Made Rentin mengatakan, sebagaimana dilaporkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Bangli, I Wayan Karmawan, kebakaran lahan dan hutan yang terjadi ini memang awalnya disebabkan karena adanya aktivitas dari warga. Selain itu, karena gesekan ranting dan kekeringan akibat cuaca akhir-akhir ini. “Untuk luas lahan yang terbakar sedang dalam penghitungan di lapangan,” katanya.

Langkah antisipasi yang dilakukan BPBD Bali telah mengimbau seluruh personil TRC bersinergi dengan petugas dari Dinas Kehutanan, BKSDA termasuk Kepolisian dan TNI, bersama masyarakat serta dunia usaha (pengusaha air kemasan) untuk sama-sama melakukan pemadaman.

Pemadaman kebakaran dari Kabupaten Bangli juga sudah diturunkan, dan akan melibatkan Damkar Gianyar dan Klungkung untuk membantu pemadaman api di lokasi kebakaran. Menurut Rentin, kebakaran lahan dan hutan di kecamatan Kintamani, Bangli terjadi sejak Sabtu (19/10), meliputi lahan dan hutan yang ada di Desa Suter, Desa Kintamani, Desa Batur Selatan, dan Desa Batur Tengah.

Baca juga:  Vila Terbakar Merembet ke Kantor Konsulat Chili

Bahkan, kebakaran di Desa Suter sebelum berhasil dipadamkan, api hampir mendekati permukiman warga. Kejadian kebakaran juga berlanjut Minggu (20/10), meliputi wilayah Desa Subaya, Desa Batur Tengah di wilayah Penelokan, Desa Sukawana, tepatnya Dusun Kubusalya, dan Desa Kutuh.

Sedangkan kebakaran kembali terjadi di Desa Sukawana dan Desa Batur. Peristiwa kebakaran itu sedang dilakukan penanganan pemadaman oleh BPBD bersama Damkar dan warga.

Dari upaya pemadaman yang dilakukan oleh petugas di lapangan, petugas masih mengalami hambatan pemadaman alibat munculnya kepulan asap dan masih kencangnya angin di lokasi. “Kami BPBD Bali mengimbau masyarakat sebagaimana rilis dari BMKG bahwa masa peralihan musim sangat riskan terjadinya angin kencang sampai dengan kebakaran, untuk itu agar seluruh masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan, antisipasi segala kemungkinan bencana yang terjadi,” pungkasnya. (Agung Dharmada/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.