Ilustrasi. (BP/Dokumen Swara Tunaiku)

DENPASAR, BALIPOST.com – Jika sudah telanjur berutang, tentu Anda wajib untuk membayarnya hingga lunas. Jika tidak, sampai kapan pun Anda tak akan tenang, karena terus-terusan dikejar oleh penagih utang. Anda tentu tak ingin terperangkap dalam situasi yang demikian.

Namun, mustahil rasanya utang Anda akan segera lunas, jika kebiasaan berikut ini tak sesegera mungkin Anda tinggalkan. Apa saja? Simak ulasannya dari Swara Tunaiku!

1. Mudah Tergiur dengan Barang Diskonan

Dengan semakin menjamurnya online marketplace, maka pembelian barang bisa dengan mudah Anda lakukan. Hanya dengan beberapa kali klik, barang yang Anda pesan akan langsung diantar ke rumah. Walau memudahkan, tetapi kemajuan teknologi ini juga membuat banyak orang ketagihan belanja, apalagi jika ada promo atau diskon yang diberikan.

Bagi Anda yang sudah telanjur punya utang, sebaiknya uninstall aplikasi jual beli online ini dari ponsel Anda. Kalau tidak, setiap saat Anda akan selalu tergoda dengan barang-barang baru, yang ditawarkan dengan harga menarik. Bukannya berkurang, utang Anda akan makin menumpuk. Apa Anda mau hidup dengan tidak nyaman, karena banyaknya utang yang harus dibayar?

2. Ketagihan Merokok

Jika perempuan identik dengan kebiasaan belanjanya, kebiasaan para pria yang membuat utang semakin sulit untuk dilunasi adalah kebiasaan merokok. Satu bungkus rokok sehari saja, sudah menghabiskan puluhan ribu Rupiah. Coba bayangkan saja, berapa banyak uang yang harus dihabiskan dalam sebulan, hanya untuk membeli rokok yang berdampak buruk pada kesehatan Anda?

3. Membeli Barang Hanya karena Nafsu Semata, Bukan Kebutuhan

Kebiasaan selanjutnya yang bakal menjadikan utang Anda kekal abadi, adalah membeli barang yang tak dibutuhkan sama sekali. Seharusnya saat Anda membeli barang itu, didasarkan atas kebutuhan, bukannya keinginan dan nafsu semata. Kalau barang dibeli hanya karena lapar mata saja, ujung-ujungnya barang jadi tak terpakai dan teronggok di sudut rumah saja.

Jauhkan diri dari rasa ingin memiliki barang yang dikenakan orang lain. Kebutuhan orang berbeda-beda, mungkin baginya itu sebuah kebutuhan, tetapi bagi Anda itu hanya sebuah keinginan. Kalau tak bisa mengontrol diri, percaya saja uang akan selalu ludes saat berada di tangan Anda. Akibat paling buruknya tentu saja adalah jumlah utang yang makin menggunung.

Baca juga:  Ingin Sukses Berbisnis di Era Digital? Lakukan 9 Trik Jitu Ini!

4. Kurangnya Rasa Tanggung Jawab

Orang yang tak terbiasa berutang, akan merasa risi dan gelisah, saat mereka telanjur berutang dan tak bisa membayarnya tepat waktu. Situasi ini berbeda jauh dengan orang yang terbiasa dikelilingi utang. Sudah ditagih berapa kali pun, sama sekali tak membuatnya takut dan jera. Malah dia sama sekali tak ambil pusing, jika sekiranya perlu berutang lagi saat sedang butuh uang.

5. Terbiasa untuk Menunda-nunda Membayar Utang

Sikap menunda-nunda sama sekali tak boleh dipelihara, apalagi dalam hal membayar utang. Orang yang punya sifat ini biasanya lebih memilih menggunakan uangnya untuk membeli keperluan lain yang tak begitu penting, daripada membayar utang. Semakin ditunda, akan butuh waktu yang lebih lama lagi baginya, untuk melunasi utang tersebut.

6. Memiliki Gaya Hidup yang Terlalu Tinggi

Jangan coba-coba untuk memiliki gaya hidup yang tinggi, jika pendapatan Anda sama sekali tak memadai. Gaya hidup yang terlalu tinggi, bisa membuat Anda pinjam ke sana dan sini, agar bisa terlihat mewah. Pujian mungkin memang Anda dapatkan, namun dibalik itu semua, Anda punya setumpuk hutang yang harus dibayar. Baiknya, sesuaikan gaya hidup dengan situasi keuangan Anda.

Jika Anda ingin bisa terlepas dari hutang yang menjerat, pastikan Anda mengubah kebiasaan buruk seperti yang dipaparkan di atas. Jika Anda tak mau berusaha untuk mengubahnya, maka bisa dipastikan, utang akan terus menghantui hidup Anda. Sedikit demi sedikit, lunasi utang yang ada, sehingga nantinya tanpa Anda sadari, utang telah terbayarkan semua. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.