BANGLI, BALIPOST.com – Krisis air bersih melanda sejumlah desa di Kintamani, salah satunya Desa Suter. Untuk mendapatkan air bersih, warga setempat sejak beberapa bulan terakhir terpaksa membeli air dengan biaya mahal.

Guna membantu mengatasi kesulitan warga tersebut, Polres Bangli Jumat (18/10) menyuplai air bersih dengan mengerahkan mobil water cannon. Seperti yang diketahui selama ini, mobil Meriam air atau armored water cannon (AWC) biasanya digunakan polisi untuk menghalau pengunjuk rasa.

Mobil berukuran besar itu dimanfaatkan untuk menyuplai air bersih untuk warga di Desa Suter. Kedatangan mobil tersebut disambut gembira warga.

Sambil membawa jerigen, warga rela antre untuk mendapat air bersih secara gratis. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo, mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat Desa Suter yang akhir-akhir ini mengalami kekeringan. “Kendaraan taktis AWC ini bisa mengangkut air dengan kapasitas 6.000 liter, dan kami berharap dapat membantu warga,” ujar Kapolres.

Baca juga:  Pengungsi di Sibetan Butuh Pasokan Air Bersih

Dalam pendistribusian air ini, Polres Bangli bekerjasama dengan PDAM Kabupaten Bangli. Sehingga air yang didistribusikan benar-benar bersih.

Salah seorang warga setempat, Ni Jero Nyarikan Kariani mengaku bersyukur dengan bantuan air bersih yang diberikan Polres Bangli. Sebab sejak empat bulan terakhir, dirinya dan warga lain di desanya kesulitan air.

Untuk mendapatkan air bersih, ia mengaku harus membeli dengan jirigen. Harganya lumayan mahal. Satu jirigen Rp 5 ribu. “Kalau cuma untuk minum sehari habis satu jirigen. Kalau untuk nyuci dan lain-lain bisa habis lima,” ujarnya.

Ia berharap pemberian sumbangan air ini dapat dilakukan berkesinambungan sehingga kesulitan yang dihadapi warga bisa sedikit teratasi. Harapan serupa juga disampaikan I Wayan Alit, Bendesa Suter.

Untuk mengatasi kesulitan air bersih di desanya, Pemkab Bangli diharapkan dapat merealisasikan pembuatan embung yang selama ini diwacanakan. “Mudah-mudahan dengan adanya embung nanti bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air untuk minum dan bercocok tanam,” katanya. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.