Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra menjadi pembina upacara di SMP PGRI 2 Denpasar , Dentim. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, kepolisian terus menggaungkan semangat persatuan dan menjaga NKRI. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu menyasar sekolah dan mengimbau pelajar di Kota Denpasar agar tidak ikut-ikutan unjuk rasa serta tetap menjaga situasi aman dan kondusif.

Kapolsek Denpasar Timur (Dentim) Kompol I Nyoman Karang Adiputra menjadi pembina upacara di SMP PGRI 2 Denpasar, Jalan Pralina, Dentim, Senin (14/10). Dalam amanatnya, Kompol Karang menyampaikan, Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, terdiri atas beragam suku bangsa dan budaya sebagai kekayaan yang tak terhingga nilainya.

“Masing-masing memiliki adat-istiadat. Namun, mengandung potensi konflik yang besar sehingga kita harus tetap menjaga rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan demikian, semboyan negara kita yaitu Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu jua, semakin kokoh,” tegasnya.

Nilai persatuan dan kesatuan lainnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan menghormati keragaman suku dan agama. Tidak boleh mengejek dan menjelek-jelekan salah satu suku serta agama lain. “Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan adik-adik pelajar untuk menahan diri, tidak ikut-ikutan turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa yang kecenderungannya nanti dapat mengganggu situasi kamtibmas,” ungkap Adiputra.

Baca juga:  Tangkal Proxy War, Pelajar Perlu Pemahaman Wawasan Kebangsaan

Hal serupa dilakukan Kasat Polair Polresta Denpasar Kompol Kusuma Jaya yang menjadi pembina upacara bendera di SMK PGRI 4 Denpasar, Jalan Kebo Iwa, Denpasar Barat. Di hadapan siswa dan siswi setempat, ia mengimbau supaya turut menjaga kamtibmas, baik dalam lingkungan sekolah maupun ketika berada di luar Sekolah. Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, menghindari sikap benci antarsesama siswa serta mempererat rasa persatuan dan kesatuan dalam wadah Bhinneka Tunggal Ika.

“Tidak ikut-ikutan melakukan unjuk rasa tanpa tujuan yang jelas. Adik-adik ini adalah seorang pelajar. Tugasnya bukan unjuk rasa tetapi belajar yang giat dan rajin untuk mewujudkan cita-cita diri sendiri, orangtua serta bangsa dan negara,” ujarnya.

Kusuma Jaya mewanti-wanti supaya menghindari tawuran antarpelajar. Mengurangi meng-aploud hal-hal yang tidak perlu di medsos, lebih-lebih yang menyebabkan orang lain tersinggung atau merasa terusik. Giat mempelajari empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. (Ngurah Kertanegara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.