NEGARA, BALIPOST.com – Rest Area Pengeragoan yang sudah difungsikan sejak beberapa tahun ini, masih jarang disinggahi. Khususnya pengguna kendaraan pribadi.

Kebanyakan yang singgah bahkan menginap adalah truk-truk yang melintas dari arah Gilimanuk maupun Denpasar. Pemicunya, selain minimnya pilihan pedagang, juga debu yang bertebaran dari halaman parkir.

Seperti yang terlihat Minggu (13/10), hanya ada beberapa kendaraan yang parkir dan semuanya truk-truk besar. Para sopir truk ini memanfaatkan lahan parkir yang lapang tersebut untuk singgah istirahat.

Namun karena kondisi landasan parkir masih tanah, debu-debu bertebaran ketika truk atau kendaraan melintas. Bahkan saat tidak ada kendaraan melintas pun, kondisi areal parkir itu juga dipenuhi debu beterbangan. “Kalau siang dan disertai angin kencang, sudah pasti debu penuh. Belum tahu apakah ini diaspal atau dibiarkan begini,” terang Anita salah seorang pengunjung.

Sejatinya rest area ini memiliki fasilitas yang lengkap. Baik itu kantin (tempat pedagang), toilet, tempat istirahat hingga panggung kecil untuk pentas. Pemandangan Pantai Pengeragoan juga cukup menarik, terlebih saat matahari terbenam.

Hanya saja, dari beberapa tempat makan atau kantin, hanya satu yang masih bertahan. Sedangkan warung ikan bakar yang memang sudah ada lebih dulu, juga masih buka dengan pedagang lain.

Selain itu, fasilitas di dalam areal rest area, seperti kamar mandi juga sudah mulai usang. Saat soft opening 2018 lalu, pembangunan rest area di Pengeragoan ini melalui dua tahap.

Tahap pertama pada tahun 2016 berupa fisik serta tahap kedua tahun 2017 pengerjaan finishing serta kelengkapan sarana. Rest Area ini berdiri diatas lahan seluas 1,1 hektare dan mampu menampung 40 kendaraan truk besar atau sekitar 120 mobil.

Sejak awal di rest area ini diharapkan bisa menjadi kantong parkir kendaraan yang melintas di jalan nasional, Denpasar-Gilimanuk. Juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hendak beristirahat sementara. (Surya Dharma/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.