PSSI
Atlet sepak bola sedang berlatih. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali mengajukan diri menjadi tuan rumah Pra-PON cabor sepak bola untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Bali, NTB dan NTT). Bahkan, surat usulan menjadi tuan rumah telah dilayangkan ke panitia PB PON, namun hingga kini belum mendapat jawaban.

Manajer tim sepak bola Pra-PON Bali IGAN Anom Jaksa Saputra, di Denpasar, baru-baru ini menuturkan, cabor sepak bola Pra PON menggunakan sistem home and away atau kandang dan tandang. Bali mengajukan diri menjadi tuan rumah, bermarkas di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar. “Kami masih menunggu jawaban PB PON, sedangkan jadwal Pra-PON rencananya November mendatang,” ungkap Agung Anom Jaksa.

Jika permohonan Bali menjadi tuan rumah dikabulkan, konsekuensinya harus menanggung biaya akomodasi dan konsumsi. Dijelaskannya, skuad Pra-PON Bali awalnya merekrut 60 pemain hasil Porprov Bali XIII/2017, di Gianyar.

Baca juga:  Olimpiade 2032, Mimpi di Indonesia

Kenyataannya, beberapa pemain kurang disiplin menjaga kebugaran tubuhnya, hingga bodinya tambun. Karena itu, lanjut Agung Anom Jaksa, pihaknya juga merekrut sederet pemain hasil Porprov Bali XIV, di Tabanan, September lalu.

Tim Pra-PON Bali dilatih duet pelatih Kadek Swartama dan Ida Bagus Nyoman Mahayasa, serta pelatih kiper Made Wardana. (Daniel Fajry/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.