Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli menggelar rapat, Jumat (11/10). (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli dibuat kecewa oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Masalahnya, dalam rapat yang digelar Banggar, Jumat (11/10), hanya hadir dua orang perwakilan dari Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD). Rapat yang beragendakan pembahasan KUA-PPAS 2020 itu pun akhirnya ditunda.

Sesuai undangan, rapat Banggar bersama TAPD dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 Wita, namun baru mulai dilaksanakan sekitar pukul 11.30. Dari pihak Banggar hampir semua anggota hadir. Sementara dari TAPD, hanya datang Sekretaris AA Trisna Wijaya didampingi bawahannya I Nengah Astawa. Rapat dibuka Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles, tetapi kemudian diakhiri lantaran sejumlah anggota Banggar kecewa karena kehadiran TAPD yang minim.

Ditemui usai rapat, Carles mengaku memutuskan menunda pelaksanaan rapat atas masukan rekan-rekan anggota Banggar. “Usul teman-teman tadi biar tidak mubazir rapatnya. Karena yang hadir hanya dua orang, itu pun mewakili BKPAD. Tidak mewakili TAPD,” terangnya.

Baca juga:  Mete Karangasem Kantongi IG, Sayang Pemkab Belum Kembangkan Secara Serius

Sesuai agenda, pihaknya berencana melanjutkan pembahasan KUA-PPAS 2020 yang sempat dibahas beberapa waktu lalu. Pihaknya berkeinginan serius membahas KUA-PPAS 2020 agar hasilnya maksimal. Di samping itu, ingin APBD 2020 nanti bisa ketok palu sebelum batas akhir 30 November 2019. “Karena itu, tiap minggu kami jadwalkan ada pembahasan,” ungkapnya.

Menurut Carles, dalam KUA-PPAS 2020 yang diterima pihaknya, ada banyak hal yang perlu dibahas. Salah satunya soal sumber-sumber pendapatan. Asumsi pendapatan yang dicantumkan untuk beberapa sumber pendapatan dinilai terlalu berlebihan. “Ada yang asumsi pendapatannya naik 100 persen. Kami meragukan itu,” terangnya. Dia berharap asumsi pendapatan tidak dipasang berlebihan, sehingga kekacauan APBD 2019 tidak terulang.

Anggota Banggar, Nengah Darsana, mengatakan, pihaknya di DPRD mempunyai spirit membuat APBD 2020 yang proporsional, murni, bagus, dan benar-benar mengakomodir masyarakat Bangli. Karenanya, pembahasan harus dilakukan dalam waktu yang cukup dan serius. (Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.