Pengembang membangun jalan untuk mempermudah akses warga ke pantai. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Informasi terkait adanya iklan yang menawarkan penjualan properti perumahan di kawasan Ciputra Beach Resort (dekat dengan kawasan Tanah Lot) yang diisi penyediaan pantai privat juga memantik reaksi Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti. Usai rapat paripurna DPRD Tabanan, Jumat (11/10), ia menegaskan jika sesuai undang-undang sudah jelas dikatakan bahwa pantai itu milik rakyat dan negara.

Terkait persoalan tersebut, Bupati Eka pun mengatakan persoalan ini muncul lantaran salah iklan. “Jadi tidak ada yang namanya pantai itu bisa dijadikan milik pribadi, karena jelas itu milik negara dan rakyat, ini hanya kesalahan iklan, kadang banyak ditambahi dan dibumbui biar lebih manis dan menarik peminat,” ucapnya.

Bupati Eka pun menegaskan jika benar nantinya ditemukan ada indikasi pelanggaran pasti akan segera ditindaklanjuti.

Pihak Ciputra Beach Resort saat dikonfirmasi mengatakan, persoalan ini muncul lantaran miskomunikasi, karena sejatinya pihak Ciputra tidak ada mengintruksikan menawarkan iklan sampai dengan menjual pantai. Proyek Manajer Ciputra Resort I Wayan Sutama pun mengatakan manajemen telah menegur pihak agen iklan untuk segera merevisi iklan tersebut dengan memuat tidak mencantumkan pantai privat. “Kami pastikan tidak akan ada iklan seperti itu lagi karena sudah diklarifikasi. Kami tahu jika pantai adalah fasilitas umum dan berhak dinikmati oleh seluruh masyarakat umum,” tegas Sutama.

Baca juga:  BRSU Tambah Tempat Tidur dan Mesin HD

Sutama juga menegaskan pihak Ciputra sama sekali tidak pernah memiliki niatan untuk membuat pantai itu menjadi kawasan privat. Justru pihak manajemen telah membangun akses jalan ke pantai selebar 4 meter.

Fungsinya agar masyarakat setempat lebih mudah ke pantai untuk melaksanakan upacara keagamaan seperti melasti. Begitupun dengan harapan kawasan pantai di sekitar Ciputra nantinya akan lebih dikenal oleh masyarakat dan ramai dikunjungi dan dinikmati masyarakat luas. “Akses jalan ke pantai masih kita bangun. Jadi ini kesalahan kemunikasi internal mereka konsultan dengan Lamudi,” tegasnya.

Dia menuturkan Ciputra Resort diperuntukkan untuk perumahan bernama Nivata dan Sadana. Luas kawasan sekitar 80 hektar namun perkembangannya bertahap.

Dari luasan itu baru dibangun sekitar 7 hektar. Dengan rencana pembangunan 90 unit perumahan dan kini baru terbangun 15 unit. “Operasinya juga tidak tahun ini karena baru 40 persen dibangun. Sekarang baru diprioritaskan untuk perumahan. Kedepan tergantung nilai pemasaran, apa kira kira posisi marketing yang bisa masuk akan kami bangun, awalnya juga ada rencana dibangun dua hotel untuk menunjang potensi wisata di Tabanan,” ucapnya. (Puspawati/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.