Suasana di Desa Petulu. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Desa Petulu, Kecamatan Ubud sejak lama menjadi tujuan kunjungan wisatawan, karena keberadaan burung kokokan. Bahkan burung ini telah menjadi ikon desa tersebut.

Namun, Desa Petulu saat ini tengah sepi pengunjung. Kondisi ini disebabkan belum dimulainya musim kawin kokokan.

Menyikapi kondisi ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Petulu akan menyiapkan langkah jitu guna mengoptimalkan kunjungan wisatawan.

Ketua BUMDes Petulu I Wayan Sudira mengatakan ramainya kedatangan burung kokokan ke Desa Petulu memang tergantung musim. Sejak April hingga memasuki awal Oktober ini, belum musim kedatangan burung kokokan. “Yang pas itu pada akhir Oktober sampai Maret. Biasanya mereka banyak sekali datang. Saat ini, hanya datang waktu sore hari saja,” paparnya.

Sudira menyampaikan ketika tidak musim, gerombolan burung itu hanya datang kurang dari lima ribu, itu pun hanya saat malam hari. Namun ketika sudah musimnya, bisa mencapai 10 ribuan lebih yang memenuhi ranting pohon di sepanjang Desa Petulu. Selain ditentukan musim, gerombolan besar burung kokokan itu juga datang setiap Bulan Purnama tiba. “ Jadi kalau sudah musim atau sedang purnama jumlah burung kokokan memang banyak sekali, sampai 10 ribu, “ katanya.

Sudira mengatakan sampai saat ini hal tersebut masih menjadi misteri. Karena memang ada beberapa tempat burung untuk bersarang dengan tempat terpisah, seperti belakang rumah warga setempat maupun di desa lainnya. “Namun ketika sudah memasuki akhir tahun, ribuan burung pasti akan datang bersarang di Desa Petulu,” katanya.

Baca juga:  Diplot Khusus Wisatawan, Jalur Umum di Panelokan akan Dialihkan

Diakui saat sedang tidak musim, sejumlah travel yang membawa turis ke lokasi tersebut kerap kecewa. Ke depan ia pun akan menjalin koordinasi dengan sejumlah travel, agar mereka datang saat musim burung Kokokan ramai bersarang di Desa Petulu. “Selain itu kita di BUMDes akan mengembangkan desa wisata dengan cara membuat jalur tracking, spot foto, sampai mendukung warung atau sejenis restaurant agar tamu yang datang bisa menikmati suasana Desa Kokokan ini sambil menunggu mereka datang,” ungkapnya.

Ditambahkan setiap hari suci Kuningan di Pura Desa dan Puseh Petulu juga dibuatkan upacara khusus. Tujuannya untuk menghormati gerombolan burung tersebut. “Sampai-sampai ada perencanaan akan dibuatkan monumen patung burung kokokan di Jaba Pura Desa dan Puseh Petulu. Itu juga nantinya akan menjadi spot foto yang bagus selain membuat sebuah sejarah, bahwa di sini adanya Desa Kokokan,” imbuh Sudira. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.