Sapi Bali. (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Program inseminasi buatan (IB) sangat diminati para peternak sapi di Bangli. Hal itu terbukti dari capaian IB tahun sebelumnya yang selalu melebihi target.

Kabid Keswan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli drh. Sri Rahayu Senin (7/10) mengungkapkan, pada tahun 2018 lalu Kabupaten Bangli mendapat target IB sebanyak 7 ribu dosis. Sementara capaiannya, melebihi target.

Pada tahun 2019, Bangli kembali mendapat target IB dengan jumlah yang sama. Hingga September ini, capaiannya sudah di angka 5 ribu lebih. Pihaknya optimis target 7 ribu IB yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali untuk Kabupaten Bangli akan tercapai bahkan melebihi target seperti tahun lalu. “Kita optimis karena program IB ini sangat diminati para peternak sapi di Bali,” ujarnya.

Dijelaskan Sri Rahayu, IB merupakan program pemerintah yang dibuat untuk menyukseskan program swasembada sapi. Di samping itu, program ini dilaksanakan untuk menghasilkan bibit sapi Bali yang unggul. Dalam program IB, sapi dikawinkan dengan cara kawin suntik.

Sejak tahun 2017 lalu, program IB mulai digratiskan pemerintah. Peternak yang menginginkan inseminasi buatan hanya cukup menghubungi petugas dari Dinas PKP yang ada di lapangan. Nantinya petugas akan memberikan sperma sapi atau straw ke sapi betina. “Kalau dulu peternak bayar karena kita beli straw. Kalau sekarang program ini semuanya gratis. Didukung dari anggaran APBN. Malah petugas kita diberi biaya operasional,” terangnya.

Baca juga:  Jumlahnya Terus Turun, Siwab Digelar untuk Pertahankan Populasi Sapi Bali

Selain karena gratis, tingginya minat peternak dengan program IB ini juga karena prosesnya yang tidak lama dan merepotkan. Tingkat keberhasilannya juga cukup tinggi. “Kalau cari pejantan dibawa ke tempat sulit, kan banyak risiko. Sapi bisa saja mengalami patah, dan lain sebagainya,” kata Sri Rahayu.

Sementara itu berdasarkan data yang dimiliki Dinas PKP Bangli, jumlah populasi sapi jantan dan betina di Kabupaten Bangli menunjukan angka fluktuatif. Pada tahun 2014 jumlah populasi sapi di Bangli mencapai 75.164 ekor.

Jumlah tersebut menurun di tahun 2015 menjadi 72.880 ekor dan kembali naik di tahun 2016 yakni 74.793 ekor. Tahun 2017 angka popilasi sapi betina dan jantan mengalami penurunan menjadi 64.754 ekor. Penurunan terjadi akibat pengaruh erupsi Gunung Agung di Karangasem yang menyebabkan banyak peternak menjual sapinya. Kemudian di tahun 2018 populasi sapi naik lagi di angka 66.994 ekor. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.