DENPASAR, BALIPOST.com – Serangkaian peringatan HUT ke-74 TNI, Senin (7/10) dilakukan penanaman sebanyak 5000 bibit pohon mangrove. Bertempat di area dumping II Pelabihan Benoa, kegiatan ini juga melibatkan seluruh komponen, termasuk juga siswa di Denpasar.

Hadir pada penanaman mangove ini, Gubernur Bali, Wayan Koster bersama seluruh OPD di lingkungan Pemprov Bali, Ketua DPRD Bali dan komponen samping. Kegiatan penanaman ribuan Mangrove ini juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Dengan mengambil tema, TNI profesional jadi kebanggaan rakyat, selamatkan bumi kita untuk anak cucu. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., pada kesempatan tersebut mengatakan, momentum HUT ini, TNI melakukan kegiatan bermanfaat untuk lingkungan maupun masyarakat banyak.

Kegiatan ini serentak dilakukan di seluruh Nusantara, dengan harapan TNI ikut berpartisipasi memberikan sumbangsih terbaik untuk bangsa dan negara. Khusus di Bali, Bali menjadi aset nasional jika dipantang dari dunia pariwisata.

Oleh karenanya salah satu tuntutan dunia pariwisata agar mampu bersaing dengan negara lain, selain keamanan, tentunya juga terjaganya lingkungan menjadi sangat penting. Karena ancaman terhadap lingkungan pasti akan mengganggu dunia pariwisata. “Dari kacamata pariwisata, Bali menjadi aset nasional yang harus dijaga,” tegasnya

Baca juga:  Amankan IMF-WB Annual Meeting, Polda 3 Wilayah Terjauh dari Bali Ini Dilibatkan

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat memberikan dorongan secara psikis kepada masyarakat Bali. Memberikan dorongan motivasi untuk terus menjaga lingkungan, agar lingkungan dapat tetap menopang kehidupan masyarakat Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster yang hadir pada kegiatan ini menyampaikan apresiasi. Yang dilakukan Pangdam, kata dia, sebagai salah satu kepedulian sekaligus komitmen lingkungan untuk mendukung program Provinsi Bali.

Sesuai visi yakni Nangun Sat Kertih Loka bali yaitu menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera bahagia Skala dan Niskala. “Salah satunya yakni harus berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal sat kertih yaitu dalam hal ini berkaitan dengan Wana Kertih dan Segara Kertih,” ujarnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.