DENPASAR, BALIPOST.com – Golkar Bali melakukan rekonsiliasi terkait konflik internal di partai itu. Plt. Ketua Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih melakukan pertemuan dengan dua kader yang tengah berseteru, yakni anggota Fraksi Golkar DPRD Bali Dapil Bangli I Wayan Gunawan dan anggota Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar, Dewa Made Widiyasa Nida.

Ketiganya bertemu di kediaman Sumarjaya Linggih alias Demer, Sabtu (5/10) sore. “Selalu saya sampaikan, di dalam politik segala kemungkinan bisa terjadi. Politik kadang seperti cuaca, BMKG saja tidak bisa meramalkan secara pasti. Pada prinsipnya, kita siap untuk rekonsiliasi,” ujar Demer.

Menurut Demer, nantinya akan ada pemisahan terkait konflik di internal partai yang berujung pada gugatan di Mahkamah Partai Golkar serta kasus pribadi yang melibatkan Gunawan dan Dewa Nida.

Untuk kasus pribadi, anggota DPR RI ini mempersilakan keduanya untuk menyelesaikan. “Kalau yang secara organisasi, ya…tentu kita akan coba rekonsiliasi terus. Walaupun kita sudah menyerahkan kepada Mahkamah Partai,” jelasnya.

Demer berharap, rekonsiliasi bisa terwujud sebelum ada putusan dari Mahkamah Partai. Tapi kalau putusan itu keluar terlebih dulu, pihaknya tinggal mengikuti saja putusan tersebut. “Bahkan saya mau rekonsiliasi tidak hanya dengan teman-teman di Partai Golkar. Tapi saya ingin ber-rekonsiliasi juga dengan partai lain, misalnya dengan Demokrat,” imbuh Politisi asal Tajun, Buleleng ini.

Baca juga:  Golkar Disarankan Pleno Tentukan Nasibnya

Pertemuan antara Demer, Gunawan dan Dewa Nida tidak lepas dari inisiasi tokoh masyarakat Bangli, I Ketut Mardjana. Sebagai seorang putra Bangli, Mardjana hanya menginginkan proses demokrasi berjalan dengan baik.

Sementara di internal Partai Golkar Bali justru terjadi ketidakharmonisan. Ia sendiri melihat Gunawan memiliki itikad baik saat mengakui kesalahan dan berani meminta maaf untuk soliditas organisasi partai.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Bali, I Wayan Gunawan mengaku sudah meminta maaf kepada Demer dan Dewa Nida, sekaligus menitipkan surat permohonan maaf kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto lewat keduanya. Rekonsiliasi yang ideal adalah kedua belah pihak mesti memandang realistis kondisi di Golkar.

Terlebih jelang Pilkada 2020, dimana Bangli juga ikut melaksanakan, rekonsiliasi menjadi tonggak aktual. “Kalau tidak segera dilakukan upaya-upaya rekonsiliasi, tentu akan menghambat dinamika perjuangan Partai Golkar di Bangli,”  ujarnya. (Rindra Devita/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.