Pohon beringin yang terbakar di Banjar Roban, Desa Siangan, Gianyar, pada Jumat (4/10) pagi. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Warga digegerkan oleh kebakaran pohon beringin di Banjar Roban, Desa Siangan, Gianyar, Jumat (4/10) pagi. Menurut keterangan warga setempat, pohon tersebut mengeluarkan api sendiri hingga akhirnya terbakar. Fenomena ini sontak mengejutkan warga setempat.

Klihan Dinas Banjar Roban, I Wayan Widastra, mengatakan kobaran api dilihat oleh warga setempat ketika sudah menyelimuti dahan pohon beringin sekitar pukul 06.30 Wita. Berbekal alat seadanya, krama setempat tumpah ruah ke lokasi berupaya memadamkan api. Namun, api terlanjur berkobar dikarenakan dahan pohon yang mengering. “Wastra pohon beringin tidak terbakar, ini anehnya,” ujarnya.

Ia menduga api muncul akibat adanya gesekan antardahan yang kering ketika ada angin. Api diperkirakan muncul pada Kamis (3/10) siang atau sore. Terlebih kala itu ada warga yang melihat kepulan asap dari seputaran lokasi beringin tersebut. “Warga mengira itu asap pembakaran sampah biasa. Pagi hari sekitar pukul 07.00 api tiba-tiba membesar,” jelasnya pria 44 tahun ini.

Kulkul bulus sempat dibunyikan untuk mempercepat penanganan kebakaran. Sementara warga lain menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar. Warga khawatir percikan api merembet ke bangunan suci Pura Desa dan Puseh Desa Adat Siangan yang lokasinya sekitar tiga meter dari pohon beringin. Enam unit Mobil Pemadam Kebakaran yang dikerahkan mampu memadamkan api sekitar pukul 09.00.

Baca juga:  Gagal Panen, Petani di Tabanan Mulai Ajukan Klaim AUTP

Percikan api turut membakar atap ijuk Balai Kulkul Pura Masceti, Subak Siangan dan atap ijuk Palinggih Rong Telu milik warga bernama I Made Mertayasa. Kedua bangunan ini berada di sisi barat pohon beringin berjarak sekitar 10 meter. Sebaliknya, atap ijuk kawasan Pura Desa lan Puseh yang hanya berjarak tiga meter di sebelah selatan pohon, sama sekali tidak tersentuh api.

Menurut Pemangku Pura Desa dan Puseh Desa Adat Siangan, Jro Mangku Made Sudha, keberadaan pohon beringin satu-satunya ini sangat penting bagi krama setempat, terutama terkait upacara pitra yadnya. “Pohon ini dikeramatkan oleh desa. Untuk upacara Panca Yadnya, pasti di sini mencari daun beringin. Bahkan, ada beberapa dari luar desa,” tutur jro mangku 65 tahun ini. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.